Kapolda NTT Dorong Lahirnya Pahlawan Kemanusiaan lewat USEFT

  • 03 Jun 2026 19:41 WIB
  •  Ende

RRI.CO.ID, Kupang - Suasana berbeda mewarnai Ballroom Hotel Neo Aston Kupang saat pelatihan kesehatan mental digelar, Rabu 3 Juni 2026. Tidak ada pembahasan kriminalitas maupun strategi keamanan seperti lazimnya kegiatan kepolisian yang berlangsung sebelumnya.

Kegiatan tersebut merupakan Pelatihan dan Sertifikasi The Masterpiece of USEFT Practitioner Class yang berlangsung dua hari. Pelatihan digelar pada 3 hingga 4 Juni 2026 dengan melibatkan peserta dari berbagai kalangan.

Kapolda NTT, Irjen Pol Rudi Darmoko, memanfaatkan kesempatan tersebut untuk menyampaikan pesan tentang kemanusiaan dan kesehatan mental. Menurutnya, kepedulian terhadap kondisi psikologis seseorang menjadi kebutuhan penting di tengah tantangan kehidupan modern.

Peserta pelatihan terdiri atas pejabat utama Polda NTT, Bhayangkari, personel berbagai satuan kerja, serta instansi lain. Para Kapolres jajaran juga mengikuti kegiatan secara daring melalui fasilitas Zoom Meeting yang disediakan.

Turut hadir Ketua Bhayangkari Daerah NTT, Ny. Vily Rudi Darmoko, bersama sejumlah peserta lainnya. Kegiatan menghadirkan praktisi kesehatan mental dan konselor yang memiliki pengalaman dalam pendampingan emosional masyarakat.

Pelatihan menghadirkan Direktur SBMS sekaligus praktisi USEFT berpengalaman, Agus E.H., sebagai narasumber utama kegiatan tersebut. Selain itu hadir pula konselor Rumah Bahagia Polda NTT dan pengurus Yayasan Kesehatan Mental Keluarga.

Dalam sambutannya, Kapolda menegaskan pelatihan tersebut bukan sekadar agenda peningkatan kemampuan bagi para peserta. Menurutnya, kegiatan itu merupakan upaya melahirkan lebih banyak individu yang mampu membantu sesama manusia.

Ia menilai banyak orang menghadapi tekanan hidup, trauma, maupun persoalan emosional tanpa diketahui lingkungan sekitar. Kondisi tersebut sering kali membuat seseorang membutuhkan pendampingan dan perhatian dari orang lain.

Kapolda mengatakan tidak semua persoalan dapat diselesaikan melalui bantuan materi ataupun dukungan finansial semata. "Terkadang seseorang hanya membutuhkan kehadiran pihak lain yang mau mendengarkan dan memberikan penguatan emosional.: katanya.

Di balik pelaksanaan pelatihan tersebut, Kapolda mengungkapkan adanya gagasan yang telah lama dirintisnya. Sejak menjabat Kapolres, ia mencari metode efektif membantu anggota menghadapi persoalan mental dan emosional.

Menurutnya, tekanan pekerjaan sering memengaruhi kondisi psikologis anggota maupun kehidupan pribadi mereka sehari-hari. Karena itu diperlukan pendekatan yang mampu membantu proses pemulihan secara sederhana dan efektif.

Pencarian tersebut mempertemukannya dengan metode Ultimate SBMS Emotional Freedom Technique atau USEFT yang dikembangkan praktisi terkait. Teknik tersebut berfokus pada pengelolaan emosi dan peningkatan kesehatan mental secara praktis.

Kapolda mengaku telah mengikuti pelatihan USEFT dan merasakan manfaat dari metode tersebut secara langsung. Ia menilai teknik itu mudah dipelajari serta dapat diterapkan dalam berbagai situasi kehidupan.

Dalam kesempatan tersebut, Kapolda mengingatkan peserta agar tidak hanya mengejar sertifikat pelatihan semata. Menurutnya, sertifikat harus dimaknai sebagai amanah untuk menghadirkan manfaat bagi masyarakat luas.

Ia berharap para peserta mampu menjadi agen perubahan di lingkungan keluarga dan tempat kerja. Kemampuan pendampingan emosional dinilai penting untuk membantu individu yang mengalami tekanan psikologis.

Kapolda juga mengungkapkan visi membangun gerakan kesehatan mental berbasis kepedulian di wilayah Nusa Tenggara Timur. Ia berharap manfaat USEFT dapat dirasakan tidak hanya oleh personel Polri tetapi masyarakat luas.

Sebagai tindak lanjut, Polda NTT berencana menggelar terapi massal pada peringatan Hari Bhayangkara mendatang. Kegiatan tersebut akan melibatkan peserta pelatihan sebagai bentuk pengabdian langsung kepada masyarakat.

Menurut Kapolda, ilmu yang diperoleh melalui pelatihan harus diwujudkan dalam tindakan nyata yang bermanfaat. Kehadiran individu yang peduli diharapkan mampu membantu masyarakat menghadapi berbagai persoalan kehidupan.

Ia juga berharap para Bhabinkamtibmas kelak memiliki kemampuan pendampingan emosional berbasis metode USEFT tersebut. Kemampuan tersebut dinilai dapat menjadi kekuatan baru dalam mendukung keamanan dan kesejahteraan sosial.

Menutup sambutannya, Kapolda mengajak seluruh peserta menjadi pahlawan kemanusiaan bagi masyarakat Nusa Tenggara Timur. Baginya, keberhasilan sejati adalah ketika semakin banyak orang hidup bahagia dan sehat secara mental.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....