Adat dan Pancasila Jadi Perekat Persatuan Adonara Bersama
- 03 Jun 2026 11:15 WIB
- Ende
KBRN, Flotim – Nilai-nilai adat dan Pancasila kembali ditegaskan sebagai fondasi penting dalam menjaga persatuan masyarakat di Pulau Adonara. Pesan itu mengemuka dalam Sarasehan Penanganan Konflik Komunal bertajuk Jalan Baru Kemartabatan Lewotana yang digelar di Kantor Desa Horinara, Kecamatan Kelubagolit, Kabupaten Flores Timur, Senin 1 Juni 2026.
Kegiatan yang dibuka langsung oleh Bupati Flores Timur tersebut dihadiri sekitar 500 peserta. Mereka terdiri atas para camat, kepala desa, tokoh adat, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta unsur Forkopimda se-daratan Adonara.
Komandan Kodim 1624 Flores Timur, Letkol Inf. Erly Merlian, S.I.P., dalam pemaparannya menegaskan bahwa adat merupakan warisan luhur yang mengajarkan nilai-nilai kebaikan. Menurutnya, adat mengandung ajaran penghormatan kepada sesama, pengendalian diri, dan kebijaksanaan dalam bertindak.
Ia menegaskan bahwa adat tidak pernah mengajarkan kekerasan sebagai jalan penyelesaian masalah. Karena itu, masyarakat diminta tidak menjadikan konflik sebagai cara menyelesaikan perbedaan yang muncul di tengah kehidupan sosial.
Menurut Dandim, setiap konflik yang terjadi selalu meninggalkan dampak yang merugikan berbagai pihak. Kerugian tersebut meliputi rusaknya hubungan persaudaraan, terganggunya aktivitas masyarakat, melemahnya perekonomian, hingga hilangnya rasa aman.
Karena itu, seluruh elemen masyarakat diajak menjaga kerukunan dan tidak mudah terprovokasi oleh berbagai kepentingan yang berpotensi memecah persatuan. Ia menilai stabilitas sosial hanya dapat terwujud jika masyarakat mampu menempatkan kepentingan bersama di atas kepentingan kelompok.
Dalam kesempatan itu, Letkol Inf. Erly Merlian juga mengajak masyarakat Flores Timur untuk mengedepankan nilai-nilai luhur Pancasila sebagai benteng pemersatu bangsa. Ia mengingatkan agar masyarakat tidak mudah terpengaruh oleh isu-isu yang dapat memecah belah persaudaraan.
Sarasehan tersebut turut menghadirkan pandangan dari tokoh masyarakat, tokoh agama, akademisi, dan unsur Forkopimda. Berbagai narasumber menekankan pentingnya rekonsiliasi, penguatan nilai-nilai adat, serta pembangunan kesadaran kolektif untuk mencegah konflik sosial.
Forum dialog itu juga menjadi ruang bersama untuk mencari solusi atas berbagai persoalan yang berpotensi memicu konflik komunal. Selain itu, kegiatan tersebut diharapkan mampu memperkuat hubungan antardesa dan mempererat nilai-nilai budaya Lamaholot.
Melalui semangat kebersamaan yang dibangun dalam sarasehan, masyarakat Adonara diharapkan semakin kokoh menjaga perdamaian dan stabilitas keamanan. Kondisi tersebut dinilai penting untuk mendukung pembangunan daerah yang berkelanjutan serta mewariskan kehidupan yang aman, damai, dan harmonis bagi generasi mendatang.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....