Pasca Insiden Wisatawan, Pemkab Manggarai Barat Evaluasi Cunca Wulang

  • 03 Jun 2026 12:37 WIB
  •  Ende

RRI.CO.ID, Manggarai Barat - Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT) melalui Dinas Pariwisata, Ekonomi Kreatif dan Kebudayaan (Disparekrafbud), akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap pengelolaan objek wisata alam Cunca Wulang menyusul sejumlah insiden yang pernah terjadi di kawasan tersebut.

Kepala Disparekrafbud Manggarai Barat, Petrus A. Rasyid, mengatakan hasil catatan dan masukan yang diterima pemerintah daerah menunjukkan perlunya peningkatan aspek keselamatan bagi wisatawan. Salah satu usulan yang mengemuka adalah penempatan petugas yang siaga di sejumlah titik dalam kawasan wisata tersebut.

“Permintaan yang kami catat antara lain adanya petugas yang standby di setiap titik di dalam gua. Selain itu, beberapa bagian yang dianggap berpotensi membahayakan juga diminta untuk ditinjau kembali apakah bisa diintervensi tanpa mengubah tampilan alaminya,” kata Petrus kepada wartawan, Selasa 2 Juni 2026.

Menurutnya, upaya peningkatan keselamatan tetap harus mempertimbangkan karakter alami objek wisata. Karena itu, perubahan fisik yang berlebihan tidak menjadi pilihan.

“Namanya gua, tentu tidak mungkin dipasang granit, ubin atau keramik. Yang kami pikirkan adalah bagaimana meningkatkan keselamatan tanpa menghilangkan keaslian kawasan wisata tersebut,” ujarnya.

Dirinya juga menyampaikan, evaluasi yang dilakukan tidak hanya berfokus pada tanggung jawab pemerintah daerah, tetapi juga mencakup kewajiban wisatawan dalam menjaga keselamatan selama berkunjung. Evaluasi itu akan disesuaikan dengan ketentuan peraturan perundang-undangan dan regulasi sektor pariwisata yang berlaku.

“Kami akan melihat kembali apa yang menjadi tugas pemerintah daerah sesuai regulasi. Di sisi lain, kami juga akan mendalami kewajiban wisatawan, misalnya menjaga kebersihan dan meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi penipuan dalam layanan wisata,” katanya.

Lebih lanjut, Petrus menambahkan, wisatawan juga perlu memastikan legalitas agen perjalanan atau operator wisata yang digunakan selama berada di Labuan Bajo guna meminimalisasi risiko penipuan.

Terkait Cunca Wulang yang tercatat beberapa kali mengalami insiden hingga menelan korban jiwa dibandingkan objek wisata daerah lainnya, Petrus mengatakan hal tersebut akan menjadi bagian dari laporan dan bahan evaluasi yang akan disampaikan kepada pimpinan daerah untuk ditindaklanjuti.

“Semua temuan dan masukan terkait Cunca Wulang akan kami rangkum dalam laporan sebagai bahan pertimbangan bagi pimpinan untuk menentukan langkah-langkah selanjutnya,” ucap Petrus.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....