Maknai Hari Pancasila, Thomas Tahir: Kritik Boleh, tapi Jangan Serang Pribadi

  • 03 Jun 2026 12:38 WIB
  •  Ende

RRI.CO.ID, Manggarai – Wakil Ketua II DPRD Kabupaten Manggarai, Thomas Tahir, memaknai peringatan Hari Lahir Pancasila setiap 1 Juni sebagai momentum penting untuk memperkuat etika demokrasi dan menjaga persatuan di tengah keberagaman pandangan masyarakat.

Saat ditemui RRI, Thomas menegaskan kritik terhadap pemerintah maupun lembaga legislatif merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan demokrasi. Namun, menurutnya, kritik harus disampaikan secara santun, objektif, dan berorientasi pada perbaikan, bukan menyerang kehidupan pribadi seseorang.

"Kritikan kepada siapapun, baik itu pemerintah sebagai pelaku pembangunan ini, maupun DPRD wajar saja, gitu. Asal itu masih tatarannya yang wajar saja, jangan menyerang pribadi lah," kata Thomas, Senin 1 Juni 2026.

Ia menilai kritik yang konstruktif memiliki peran strategis dalam menjaga keseimbangan demokrasi, memperkuat fungsi pengawasan, serta mendorong peningkatan kualitas pelayanan publik. Selain itu, DPRD Kabupaten Manggarai berkomitmen untuk terus membuka ruang bagi berbagai masukan, saran, dan aspirasi yang disampaikan masyarakat.

"Kami yang di DPRD ini tidak risih dalam hal ini, tetapi ini kami menilainya sebagai suatu koreksi yang membuat kami juga lebih memacu dalam tugas pelayanan kami, gitu," ujarnya.

Thomas juga menegaskan bahwa sikap kritis masyarakat, terutama generasi muda, perlu diapresiasi sebagai bentuk kepedulian terhadap pembangunan daerah. Dalam pandangannya, partisipasi aktif warga melalui penyampaian gagasan dan kritik yang bertanggung jawab merupakan energi positif yang dapat mendorong lahirnya perubahan dan perbaikan kebijakan publik.

Di tengah iklim demokrasi yang semakin terbuka, perbedaan pandangan, kritik, maupun masukan dari masyarakat tidak seharusnya dipandang sebagai ancaman. Sebaliknya, perbedaan tersebut perlu ditempatkan sebagai bagian dari proses demokrasi yang dapat memperkaya perspektif dan menghadirkan solusi yang lebih baik bagi kepentingan bersama.

Ia menambahkan, seluruh anggota DPRD Kabupaten Manggarai memiliki komitmen untuk menjadikan setiap kritik dan aspirasi masyarakat sebagai bahan evaluasi, introspeksi, serta koreksi internal dalam menjalankan tugas-tugas kelembagaan.

"Pemikiran generasi muda ini menambah khazanah, menambah daya juang atau semangat kita untuk membangun daerah ini," ungkapnya.

Meski demikian, Thomas mengingatkan agar kebebasan berekspresi tidak disalahgunakan untuk menyebarkan fitnah, ujaran kebencian, maupun serangan terhadap ranah pribadi. Menurutnya, praktik-praktik semacam itu tidak sejalan dengan nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila.

Lebih lanjut, ia menekankan bahwa semangat Pancasila mengajarkan pentingnya mengelola perbedaan pendapat dalam bingkai persatuan, musyawarah, dan saling menghormati. Thomas juga menyerukan agar ruang demokrasi perlu diisi dengan dialog yang sehat, argumentasi yang berbasis fakta, serta sikap saling menghargai demi menjaga keharmonisan sosial dan mendukung kemajuan daerah.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....