Kemenag Ende Dorong Sekolah Menjadi Ruang Belajar yang Rukun dan Inklusif
- 14 Jul 2026 14:27 WIB
- Ende
RRI.CO.ID, Ende – Sebanyak 167 calon murid baru Sekolah Menengah Agama Katolik Negeri (SMAKN) St. Thomas Morus Ende mengikuti Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Tahun Ajaran 2026/2027 yang berlangsung di Aula SMAKN Ende, Selasa, 14 Juli 2026. Kegiatan yang digelar selama tiga hari, 14–16 Juli 2026, ini menjadi langkah awal bagi peserta didik untuk mengenal lingkungan sekolah, budaya belajar, serta nilai-nilai pendidikan Katolik yang unggul dan berintegritas.
Pembukaan MPLS dihadiri Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Ende, Nikolaus Nama Payon, didampingi Kepala Seksi Pendidikan Katolik, Flavianus Lepa. Dalam arahannya, Nikolaus menegaskan bahwa sekolah merupakan miniatur Indonesia yang dihuni oleh peserta didik dengan beragam latar belakang suku, budaya, dan pandangan keagamaan sehingga penting untuk menumbuhkan sikap saling menghormati sejak dini.
Ia mengajak seluruh murid baru untuk menjadikan perbedaan sebagai kekuatan yang mempersatukan, bukan sebagai alasan untuk saling membatasi. Menurutnya, menjaga kerukunan, menghindari kekerasan, dan membangun budaya damai merupakan bentuk nyata penerapan moderasi beragama di lingkungan pendidikan.
“Jadikan perbedaan sebagai jembatan, bukan pembatas. Menjaga kerukunan dan kedamaian merupakan wujud nyata moderasi beragama,” katanya.
Sementara itu, Kepala SMAKN St. Thomas Morus Ende, Rofinus Meja, menjelaskan MPLS tidak hanya berfungsi sebagai kegiatan pengenalan sekolah, tetapi juga menjadi sarana untuk memetakan minat, bakat, serta kebutuhan akademik, sosial, dan psikologis peserta didik baru. Pemetaan tersebut akan membantu guru dan wali kelas dalam menentukan pendekatan pembelajaran yang lebih tepat dan efektif.
Melalui MPLS, SMAKN St. Thomas Morus Ende berkomitmen menghadirkan pendidikan yang tidak hanya berfokus pada prestasi akademik, tetapi juga pembentukan karakter, penguatan nilai-nilai moderasi beragama, serta pengembangan potensi peserta didik secara menyeluruh. Langkah ini sejalan dengan upaya Kementerian Agama dalam mewujudkan pendidikan bermutu yang melahirkan generasi berkarakter, toleran, dan siap menghadapi tantangan masa depan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....