Disparekrafbud Manggarai Barat Kaji Rencana Pengelolaan Pulau Kelor

  • 03 Jun 2026 12:36 WIB
  •  Ende

RRI.CO.ID, Manggarai Barat - Dinas Pariwisata, Ekonomi Kreatif dan Kebudayaan (Disparekrafbud) Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT), akan mengkaji rencana pengelolaan destinasi wisata Pulau Kelor menyusul arahan dari pimpinan daerah.

Kepala Disparekrafbud Manggarai Barat, Petrus A. Rasyid, mengatakan pihaknya masih mengumpulkan berbagai data dan dokumen terkait Pulau Kelor sebelum mengambil langkah lebih lanjut.

“Kami mendapat arahan dari pimpinan untuk mengkaji rencana pengelolaan Pulau Kelor. Nanti akan kami bahas lebih detail di dinas dengan melihat berbagai bahan dan informasi yang berkaitan dengan Pulau Kelor,” kata Petrus, Selasa 2 Juni 2026.

Ia juga menyampaikan, kajian tersebut penting dilakukan agar rencana pengelolaan tidak mengabaikan aspek legalitas maupun status kepemilikan lahan yang ada di kawasan tersebut.

Selain itu, Petrus mengungkapkan, pihaknya juga mendengar adanya indikasi hak guna bangunan (HGB) di Pulau Kelor. Namun informasi tersebut masih perlu diverifikasi lebih lanjut sebelum menjadi dasar pengambilan keputusan.

“Saya belum bisa memastikan karena perlu duduk bersama teman-teman untuk melihat kembali status dan rencana pengelolaannya. Jangan sampai kami salah menyampaikan informasi,” ujarnya.

Ia menambahkan, usulan pengelolaan Pulau Kelor juga banyak disampaikan masyarakat dan pelaku wisata. Aspirasi tersebut akan menjadi salah satu bahan pertimbangan dalam proses kajian yang sedang dilakukan.

Selain melakukan pembahasan internal, Disparekrafbud juga berencana melakukan pengecekan langsung ke lapangan untuk mengetahui kondisi terkini Pulau Kelor, termasuk riwayat pengelolaan destinasi tersebut.

Dalam kesempatan itu, Petrus menyampaikan bahwa destinasi wisata yang saat ini dikelola langsung oleh Disparekrafbud Manggarai Barat meliputi Goa Batu Cermin, Goa Rangko, dan Cunca Wulang, dan Puncak Waringin.

“Saya lebih banyak berkomentar kalau sudah turun langsung ke lapangan dan melihat kondisi sebenarnya,” katanya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....