Pemerataan Guru Jadi Tantangan, Literasi dan Numerasi Sekolah di Ende Terdampak

  • 30 Mei 2026 20:38 WIB
  •  Ende

RRI.CO.ID, Ende – Ketimpangan distribusi guru di Kabupaten Ende masih menjadi persoalan yang memengaruhi kualitas pendidikan. Kondisi tersebut berdampak pada capaian literasi dan numerasi siswa, terutama di sekolah-sekolah yang berada di wilayah terpencil.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Ende, Venantius Minggu, S.Pd., M.Pd., mengatakan masih terdapat sejumlah sekolah yang kekurangan tenaga pendidik. Bahkan, beberapa sekolah hanya memiliki tiga hingga empat guru untuk melayani seluruh peserta didik dari berbagai jenjang kelas.

Menurut Venantius, keterbatasan jumlah guru tersebut membuat proses pembelajaran tidak berjalan optimal. Situasi itu turut berkontribusi terhadap menurunnya capaian literasi dan numerasi pada tahun 2025.

Ia menjelaskan, kebutuhan guru di sejumlah sekolah belum terpenuhi sesuai standar yang ditetapkan. Selain jumlah yang terbatas, sebagian besar tenaga pengajar di beberapa sekolah masih berstatus honorer.

“Masih ada sekolah yang tidak memiliki jumlah guru sesuai kebutuhan. Di beberapa sekolah, guru yang tersedia bahkan sebagian besar merupakan tenaga honorer,” ujarnya dalam dialog di Pro 1 RRI Ende, 20 Mei 2026.

Selain persoalan tenaga pendidik, tantangan pendidikan di Kabupaten Ende juga dipengaruhi oleh kondisi geografis. Banyak sekolah berada di daerah terpencil dengan akses transportasi yang terbatas sehingga menyulitkan mobilitas guru maupun distribusi layanan pendidikan.

Keterbatasan jaringan internet di sejumlah wilayah juga menjadi hambatan dalam mendukung proses pembelajaran. Kondisi ini membuat pemanfaatan teknologi pendidikan belum dapat berjalan maksimal di semua sekolah.

Venantius mengungkapkan, masih terdapat sekolah yang dipimpin oleh pelaksana tugas (Plt.) kepala sekolah. Akibatnya, seorang kepala sekolah harus menjalankan dua peran sekaligus, yakni sebagai pemimpin satuan pendidikan dan tenaga pengajar di kelas.

Menurutnya, beban ganda tersebut berpotensi memengaruhi efektivitas pengelolaan sekolah. Padahal, kepemimpinan yang optimal dibutuhkan untuk meningkatkan mutu pendidikan dan mendukung pencapaian target pembelajaran.

Pemerintah daerah, kata Venantius, terus berupaya mencari solusi untuk mengatasi berbagai kendala tersebut. Pemerataan tenaga pendidik, penguatan sarana pendidikan, serta peningkatan akses bagi sekolah di wilayah terpencil menjadi langkah penting untuk mendorong peningkatan kualitas pendidikan yang merata di Kabupaten Ende.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....