Literasi Dinilai Perlu Menjawab Tantangan Kehidupan Sehari-hari

  • 09 Jul 2026 11:04 WIB
  •  Ende

RRI.CO.ID, Lembata – Literasi dinilai tidak lagi cukup dimaknai sebagai kemampuan membaca dan menulis, tetapi juga perlu menjadi bekal untuk memahami persoalan serta menghadirkan solusi dalam kehidupan sehari-hari. Pandangan tersebut disampaikan Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten Lembata, Anselmus Asan Ola, dalam talkshow bertema Eksistensi Budaya Lamaholot di Era Digital di Pantai Wulen Luo, Lewoleba, Sabtu 4 Juli 2026.

Menurut Anselmus, kemampuan literasi perlu berkembang hingga mampu menganalisis berbagai persoalan sosial dan menerapkan pengetahuan yang dimiliki. Dengan demikian, literasi tidak berhenti pada aktivitas membaca, tetapi menghasilkan manfaat nyata bagi masyarakat.

"Setelah membaca dan menulis, kita harus memahami konteks, mengkritisi, dan menganalisis situasi demi mencari jalan keluar dari masalah yang dihadapi. Ujung dari literasi adalah mempraktikkan apa yang kita ketahui untuk menghasilkan sesuatu," kata Anselmus Asan Ola.

Ia mencontohkan penerapan literasi melalui pengembangan literasi budaya, literasi lingkungan, hingga pemanfaatan teknologi tepat guna, seperti energi surya, untuk menjawab kebutuhan masyarakat. Menurutnya, kemampuan membaca realitas menjadi bekal penting dalam menghadapi berbagai tantangan pembangunan.

Selain itu, Anselmus mengingatkan pentingnya menjaga nilai-nilai budaya Lamaholot di tengah perkembangan teknologi digital. Ia menilai identitas budaya tidak hanya tercermin melalui simbol-simbol adat, tetapi juga melalui sikap jujur, saling menghormati, dan beretika dalam kehidupan sehari-hari.

Ia juga mengajak generasi muda meningkatkan literasi digital agar mampu menyaring informasi yang beredar di media sosial. Kemampuan membedakan informasi yang benar dan hoaks dinilai menjadi salah satu tantangan penting di era digital.

Talkshow tersebut menjadi ruang diskusi mengenai peran literasi dan budaya dalam menghadapi perkembangan teknologi. Pemerintah Kabupaten Lembata berharap literasi dapat mendorong lahirnya generasi muda yang kritis, kreatif, dan tetap berakar pada nilai-nilai budaya lokal.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....