BMKG NTT Peringatkan Gelombang Tinggi di Perairan Strategis
- 30 Mei 2026 10:51 WIB
- Ende
Poin Utama
- BMKG NTT mengeluarkan peringatan dini cuaca maritim untuk periode 30–31 Mei 2026.
- Gelombang laut 1,25–2,5 meter berpotensi terjadi di sejumlah perairan strategis NTT.
- Wilayah terdampak meliputi Selat Sape, Selat Ombai, Laut Sawu, perairan Flores, Sumba, Kupang-Rote, dan Taman Nasional Komodo.
- Angin bertiup dari timur laut hingga tenggara dengan kecepatan 12–46 km/jam.
RRI.CO.ID, Kupang - BMKG Nusa Tenggara Timur mengeluarkan peringatan dini cuaca maritim yang berlaku mulai Sabtu, 30 Mei 2026 pukul 08.00 WITA hingga Minggu, 31 Mei 2026 pukul 08.00 WITA. Peringatan tersebut disampaikan oleh Prakirawan Stasiun BMKG Tenau Kupang, Salsabila Nadhifvira, dalam siaran informasi cuaca maritim yang disiarkan RRI Ende.
Menurut BMKG, gelombang laut dengan ketinggian antara 1,25 hingga 2,5 meter berpotensi terjadi di sejumlah perairan strategis di wilayah Nusa Tenggara Timur. Kondisi tersebut perlu diwaspadai karena dapat meningkatkan risiko keselamatan pelayaran, khususnya bagi perahu nelayan dan kapal tongkang.
Wilayah yang berpotensi mengalami gelombang sedang hingga tinggi meliputi Selat Sape bagian selatan, Selat Flores-Lamakera, Selat Alor-Pantar, Selat Ombai, Laut Sawu, serta perairan selatan Flores dan selatan Sumba. Selain itu, perairan utara dan selatan Kupang-Rote, perairan utara Timor, serta kawasan perairan Taman Nasional Komodo juga masuk dalam area yang perlu mendapat perhatian.
BMKG menjelaskan kondisi tersebut dipengaruhi oleh pola angin di wilayah perairan Nusa Tenggara Timur yang umumnya bertiup dari arah timur laut hingga tenggara. Kecepatan angin diperkirakan berkisar antara 12 hingga 46 kilometer per jam sehingga berpotensi memicu peningkatan tinggi gelombang di sejumlah perairan terbuka.
Masyarakat pesisir, nelayan, serta operator transportasi laut diimbau untuk terus memantau perkembangan informasi cuaca maritim terbaru. Kewaspadaan perlu ditingkatkan terutama saat terjadi angin kencang dan gelombang tinggi yang dapat membahayakan aktivitas pelayaran maupun penangkapan ikan.
BMKG juga mengingatkan agar masyarakat tidak memaksakan aktivitas melaut apabila kondisi cuaca dinilai tidak bersahabat. Langkah antisipatif tersebut penting dilakukan guna meminimalkan risiko kecelakaan laut dan menjaga keselamatan jiwa di wilayah perairan Nusa Tenggara Timur.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....