Gelombang hingga Tiga Meter Berpotensi Terjadi di Selatan Sumba

  • 16 Sep 2026 12:44 WIB
  •  Ende

RRI.CO.ID, Ende – BMKG Stasiun Meteorologi Tenau Kupang mengeluarkan peringatan dini gelombang tinggi di sejumlah perairan Nusa Tenggara Timur. Gelombang setinggi 2,5 hingga 3 meter berpotensi terjadi di Perairan Selatan Sumba dan dapat membahayakan keselamatan pelayaran.

Peringatan dini berlaku mulai Rabu, 16 September 2026 pukul 08.00 WITA hingga Kamis, 17 September 2026 pukul 08.00 WITA. BMKG mengimbau nelayan dan pengguna transportasi laut meningkatkan kewaspadaan sebelum beraktivitas di wilayah perairan terdampak.

Prakirawan BMKG Stasiun Meteorologi Tenau Kupang, M. Caesar Agni Pratama, mengatakan gelombang setinggi 2,5 hingga 3 meter berpotensi terjadi di Perairan Selatan Sumba. Kondisi tersebut berisiko terhadap keselamatan sejumlah jenis kapal, terutama perahu nelayan, kapal tongkang, dan kapal feri.

“BMKG memprediksi gelombang laut setinggi 2,5 hingga 3 meter berpotensi terjadi di wilayah Perairan Selatan Sumba. Kondisi ini berisiko tinggi terhadap keselamatan pelayaran, baik untuk perahu nelayan, kapal tongkang, maupun kapal feri,” kata Caesar dalam laporan informasi cuaca maritim di Pro 1 RRI Ende, Rabu, 16 September 2026.

Selain Perairan Selatan Sumba, gelombang setinggi 1,25 hingga 2,5 meter berpotensi terjadi di Selat Sape bagian selatan, Selat Flores-Lamakera, Selat Pantar, Selat Alor, Selat Sumba, Laut Sawu, Selat Ombai, dan Perairan Taman Nasional Komodo.

Potensi gelombang dengan ketinggian serupa juga terdapat di Perairan Selatan Flores, Selatan Alor-Pantar, Sabu Raijua, Utara Kupang-Rote, Selat Puku-Aku, serta Selatan Timor-Rote. Kondisi tersebut dapat membahayakan pelayaran, khususnya perahu nelayan dan kapal tongkang.

BMKG mengingatkan masyarakat untuk memperhatikan informasi cuaca maritim terbaru dan mempertimbangkan kondisi gelombang sebelum melaut atau melakukan perjalanan menggunakan transportasi laut. Kondisi cuaca di perairan NTT secara umum diprakirakan cerah hingga berawan tebal. Sementara angin bertiup dari arah timur laut hingga tenggara dengan kecepatan 18 hingga 62 kilometer per jam.

Kombinasi gelombang dan angin tersebut perlu menjadi pertimbangan bagi nelayan dan operator transportasi laut sebelum beraktivitas. Masyarakat juga perlu mengikuti pembaruan informasi BMKG karena kondisi laut dapat berubah selama periode peringatan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....