Nelayan NTT Diminta Waspadai Gelombang Tinggi

  • 25 Mei 2026 15:04 WIB
  •  Ende
Poin Utama
  • Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Tenau Kupang mengeluarkan peringatan dini gelombang laut setinggi 1,25 hingga 2,5 meter di sejumlah perairan Nusa Tenggara Timur.
  • Prakirawan BMKG Meteorologi Tenau Kupang, Salabil Nadira Ardian mengatakan, wilayah yang perlu diwaspadai
  • BMKG mengimbau nelayan dan pengguna transportasi laut agar terus memantau perkembangan cuaca maritim sebelum beraktivitas di laut.

RRI.CO.ID, Ende – Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Tenau Kupang mengeluarkan peringatan dini gelombang laut setinggi 1,25 hingga 2,5 meter di sejumlah perairan Nusa Tenggara Timur. Kondisi tersebut berisiko terhadap aktivitas pelayaran, terutama kapal nelayan dan kapal tongkang.

Prakirawan BMKG Meteorologi Tenau Kupang, Salsabila Nadhifvira Ardian mengatakan, wilayah yang perlu diwaspadai meliputi perairan selatan Flores, Selat Sumba, Laut Sawu, Selat Ombai, perairan selatan Sumba, perairan Sabu Raijua, Selat Kupang, hingga perairan selatan Timor-Rote.

Menurutnya, kondisi cuaca maritim di wilayah NTT secara umum cerah berawan hingga hujan ringan dengan arah angin bertiup dari timur laut hingga tenggara. Kecepatan angin diperkirakan mencapai 12 hingga 40 kilometer per jam.

“Gelombang laut berisiko tinggi terhadap kapal nelayan dan kapal tongkang, sehingga masyarakat diminta lebih waspada sebelum melaut,” ujarnya dalam siaran cuaca maritim RRI Ende, Senin, 25 Mei 2026.

BMKG mengimbau nelayan dan pengguna transportasi laut agar terus memantau perkembangan cuaca maritim sebelum beraktivitas di laut. Kondisi cuaca yang berubah cepat dinilai dapat meningkatkan risiko kecelakaan pelayaran apabila diabaikan.

Selain itu, masyarakat pesisir diminta menunda aktivitas pelayaran apabila terjadi angin kencang atau gelombang tinggi. Langkah tersebut dinilai penting untuk mengurangi risiko korban jiwa maupun kerugian material akibat cuaca buruk.

BMKG Tenau Kupang juga meminta operator pelayaran dan nelayan tradisional meningkatkan kewaspadaan selama beberapa hari ke depan. Informasi prakiraan cuaca maritim akan terus diperbarui sesuai perkembangan kondisi atmosfer di wilayah NTT.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....