Insiden Cunca Wulang Tewaskan Dua WNA, Pemkab Mabar Evaluasi Fasilitas Wisata
- 24 Mei 2026 20:27 WIB
- Ende
RRI.CO.ID, Manggarai Barat - Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat menyampaikan keprihatinan mendalam atas insiden yang menewaskan dua wisatawan asal Austria usai terjatuh di jembatan gantung wisata Air Terjun Cunca Wulang, Kecamatan Mbeliling, Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT), Sabtu 24 Mei 2026.
Wakil Bupati Manggarai Barat, Yulianus Weng, mengatakan peristiwa tersebut menjadi perhatian serius pemerintah daerah dan akan menjadi bahan evaluasi terhadap fasilitas wisata di Manggarai Barat.
“Pemerintah menyampaikan duka cita atas peristiwa yang tentu kita tidak inginkan bersama, yang menimpa dua wisatawan dari Austria,” katanya kepada media, saat ditemui di RSUD Komodo, Labuan Bajo.
Menurutnya, sesaat setelah menerima laporan kejadian, Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat langsung berkoordinasi dengan TNI-Polri, Basarnas, Imigrasi, RSUD, serta organisasi perangkat daerah terkait untuk melakukan penanganan di lokasi kejadian.
Dirinya menyebut tim dari Sekretariat Daerah, Dinas Pariwisata, Dinas Kesehatan, dan RSUD segera bergerak untuk membantu proses evakuasi dan penanganan korban.
Selain penanganan korban, pemerintah daerah juga memastikan akan melakukan evaluasi terhadap fasilitas penunjang wisata guna mencegah kejadian serupa terulang kembali.
“Nanti kita akan evaluasi keberadaan tempat, tidak hanya yang ada di Cunca Wulang, tapi semua nanti yang ada datanya akan kita evaluasi dari semua seginya. Tentu kita berharap kejadian serupa ini tidak akan terjadi lagi di kemudian hari,” ujarnya.
Selain itu, pihaknya mengakui sejumlah fasilitas di kawasan wisata Cunca Wulang merupakan aset pemerintah daerah, seperti toilet, pos, dan jembatan. Namun, pihaknya masih menunggu hasil pengecekan lebih lanjut terkait kondisi fasilitas tersebut.
Dirinya menegaskan evaluasi akan dilakukan secepatnya setelah seluruh proses penanganan korban selesai dilakukan, saat ini pihaknya masih fokus terkait penanganan korban dan berkoordinasi dengan pihak keluarga melalui Imigrasi.
“Prinsipnya kita tidak mau ke depan ada kejadian serupa,” katanya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....