BMKG Imbau Nelayan Waspadai Gelombang Tinggi Perairan NTT
- 23 Mei 2026 11:13 WIB
- Ende
Poin Utama
- BMKG Tenau Kupang mengeluarkan peringatan dini cuaca maritim untuk wilayah NTT.
- Gelombang 1,25–2,5 meter berpotensi terjadi di sejumlah perairan NTT.
- Selat Sumba bagian barat diperkirakan mengalami gelombang hingga 3 meter.
- Cuaca perairan NTT umumnya berawan hingga hujan ringan dengan angin 8–56 km/jam.
- Nelayan dan masyarakat diminta tidak melaut saat cuaca buruk dan gelombang tinggi.
RRI.CO.ID, Kupang - Stasiun BMKG Tenau Kupang mengeluarkan peringatan dini cuaca maritim bagi wilayah perairan Nusa Tenggara Timur (NTT), Sabtu, 23 Mei 2026. Peringatan tersebut disampaikan Prakirawan BMKG Tenau Kupang, Dyah Safitri Maharani, melalui siaran Info Cuaca Maritim di RRI Ende.
Dalam prakiraannya, BMKG menyebutkan gelombang laut setinggi 1,25 hingga 2,5 meter berpotensi terjadi di sejumlah wilayah perairan NTT. Kondisi tersebut diperkirakan berlangsung mulai 23 Mei 2026 pukul 08.00 WITA hingga 24 Mei 2026 pukul 08.00 WITA.
Wilayah yang berpotensi mengalami gelombang sedang hingga tinggi meliputi Selat Sape bagian selatan, perairan Taman Nasional Komodo, Selat Flores-Lamakera, Selat Pantar, Selat Alor, hingga Laut Sawu. Selain itu, perairan selatan Flores, selatan Alor-Pantar, Selat Ombai, perairan Sabu Raijua, dan perairan utara Kupang-Rote juga masuk dalam kategori waspada.
BMKG juga mengingatkan adanya potensi gelombang lebih tinggi mencapai 2,5 hingga 3 meter di Selat Sumba bagian barat. Kondisi tersebut dinilai berisiko terhadap aktivitas pelayaran, khususnya kapal feri, kapal tongkang, serta perahu nelayan.
Secara umum, cuaca di wilayah perairan NTT diprakirakan berawan hingga hujan ringan dengan arah angin bertiup dari timur laut hingga tenggara. Kecepatan angin diperkirakan berkisar antara 8 hingga 56 kilometer per jam.
Dyah Safitri Maharani mengimbau masyarakat pesisir dan nelayan untuk selalu memperhatikan informasi cuaca maritim sebelum melaut. Jika kondisi cuaca dinilai tidak bersahabat, seperti angin kencang dan gelombang tinggi, masyarakat diminta menunda aktivitas pelayaran demi keselamatan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....