Ribuan Warga Padati Ritual Tinju Adat Sagi di Soa, Polisi Lakukan Pengamanan
- 25 Mei 2026 14:34 WIB
- Ende
RRI.CO.ID, Ngada – Ribuan warga dari Kabupaten Ngada dan Nagekeo memadati Kampung Masu, Desa Masumeli, Kecamatan Soa, untuk menyaksikan ritual tinju adat tradisional Sagi yang digelar sebagai ungkapan syukur pascapanen. Tradisi budaya tersebut berlangsung meriah dan mendapat pengamanan dari aparat kepolisian agar kegiatan berjalan aman serta tertib.
Pengamanan dilakukan oleh personel Polsek Soa bersama Babinsa Soa pada Jumat 15 Mei 2026. Kegiatan itu dipimpin Bhabinkamtibmas Desa Masumeli, BRIPKA Yuanis Bere, dengan melibatkan sejumlah personel guna mengantisipasi potensi gangguan keamanan selama ritual berlangsung.
Tinju adat Sagi dibuka secara resmi oleh tokoh adat Kampung Masu, Yohanes Rua, dan dihadiri sekitar 1.700 warga serta penonton. Tradisi tersebut merupakan budaya turun-temurun masyarakat Soa yang rutin digelar setiap musim panen padi ladang sebagai bentuk penghormatan kepada leluhur.
Kapolsek Soa, IPTU I Wayan Derata, mengatakan kepolisian mendukung pelestarian budaya lokal selama pelaksanaannya tetap memperhatikan aspek keamanan dan keselamatan masyarakat. Menurutnya, kehadiran aparat bertujuan memberikan rasa aman bagi warga sekaligus menjaga situasi tetap kondusif selama kegiatan berlangsung.
| Baca juga: Manggarai Perketat Pengawasan Pilkades 2026 |
“Tinju adat merupakan warisan budaya masyarakat Soa yang harus dijaga dan dilestarikan,” ujar IPTU I Wayan Derata. Ia menegaskan pelestarian budaya harus berjalan seiring dengan upaya menjaga ketertiban dan persaudaraan antarwarga.
Selain melakukan pengamanan, personel Polsek Soa juga mengimbau masyarakat agar menjaga persaudaraan dan menghindari konsumsi minuman keras secara berlebihan. Langkah tersebut dilakukan untuk mencegah terjadinya konflik maupun gangguan kamtibmas di tengah tingginya antusiasme warga yang hadir.
Tradisi tinju adat Sagi rutin digelar di sejumlah desa di Kecamatan Soa, seperti Mengeruda, Piga, Tarawali, Libunio, Masumeli, dan Loa. Selain menjadi bagian dari ritual adat, kegiatan itu juga menjadi daya tarik budaya yang mempertemukan masyarakat dari berbagai wilayah di Kabupaten Ngada dan Nagekeo.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....