Sebanyak 252 Warga Sikka Dipulangkan dari Posko Gelora Samador

  • 26 Agt 2026 09:56 WIB
  •  Ende

RRI.CO.ID, Sikka – Sebanyak 87 kepala keluarga (KK) atau 252 jiwa dipulangkan dari Posko Pengungsian Terpusat Gelora Samador Maumere, Senin 24 Agustus 2026. Pemulangan hari kedua ini dilakukan Pemerintah Kabupaten Sikka bagi warga yang telah menyatakan kesiapan kembali ke rumah masing-masing.

Proses pemulangan dimulai sekitar pukul 16.00 Wita dari posko yang berada di Jalan Gajah Mada, Kelurahan Madawat, Kecamatan Alok, Kabupaten Sikka. Pemerintah mengerahkan sarana transportasi untuk membawa warga sekaligus barang-barang mereka menuju tempat tinggal masing-masing.

Pemulangan dipimpin Kasatgas Tanggap Darurat Gempa Bumi Tektonik Kabupaten Sikka Margaretha Movaldas Da Maga Bapa, S.T., M.T., Eng, bersama sejumlah unsur terkait. Tiga unit truk milik Lanal Maumere, SAR Maumere, dan Satpol PP Kabupaten Sikka digunakan untuk mengangkut para pengungsi.

Setelah 252 jiwa dipulangkan, jumlah warga yang masih bertahan di Posko Pengungsian Terpusat Gelora Samador tercatat 278 KK atau 1.035 jiwa. Pemerintah menegaskan kepulangan dilakukan atas permintaan dan kesediaan warga tanpa paksaan, mengingat masa tanggap darurat gempa masih berlangsung.

Setiap warga yang kembali juga telah menandatangani surat pernyataan kesediaan pulang ke rumah masing-masing. Sebagai bekal awal, setiap keluarga menerima satu paket sembako yang berisi beras lima kilogram, gula satu kilogram, air mineral, minyak goreng, sarden, kornet, susu, biskuit, dan mi instan.

Pemerintah meminta warga yang rumahnya mengalami kerusakan tetapi belum masuk pendataan segera melapor kepada pemerintah desa atau kelurahan. Data tersebut diperlukan untuk memastikan kondisi kerusakan dapat diverifikasi dan bantuan diberikan sesuai kebutuhan serta ketentuan yang berlaku.

Meski situasi berangsur kondusif, warga tetap diminta mewaspadai kemungkinan gempa susulan dan tidak mudah mempercayai informasi yang belum terverifikasi. Pemerintah juga mengimbau pengungsi yang pulang maupun yang masih berada di posko untuk mengikuti arahan petugas dan tetap tenang.

Petugas turut mengingatkan pentingnya melaporkan setiap perpindahan warga dari posko menuju rumah masing-masing. Akurasi data pengungsi menjadi dasar penyaluran logistik, pelayanan kesehatan, transportasi, serta penyusunan langkah penanganan bencana berikutnya.

Sebelumnya, sejumlah warga telah meninggalkan Posko Gelora Samador secara mandiri tanpa melapor kepada petugas sehingga berpotensi menimbulkan perbedaan antara data pengungsi dan kondisi sebenarnya. Pemerintah berharap setiap kepulangan dicatat agar tidak ada warga yang terlewat dalam pelayanan selama masa tanggap darurat.

Pemulangan 252 jiwa menunjukkan penanganan gempa Sikka mulai bergerak dari fase evakuasi menuju pemulihan secara bertahap. Namun, pemerintah masih harus memastikan keselamatan warga, ketersediaan bantuan, pembaruan data, serta penanganan rumah dan lingkungan yang terdampak bencana.

Hingga pemulangan berakhir sekitar pukul 21.00 Wita, seluruh rangkaian kegiatan berlangsung aman, lancar, dan kondusif. Sebanyak 252 jiwa kini kembali ke rumah masing-masing, sementara ribuan warga lainnya masih bertahan di posko sambil menunggu kondisi yang dinilai aman untuk pulang.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....