Perumda Tirta Kelimutu Sosialisasi Pelayanan Air Minum Nangapanda

  • 19 Mei 2026 18:00 WIB
  •  Ende

RRI.CO.ID, Ende – Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Air Minum Tirta Kelimutu Ende bersama Forum Komunikasi Pelanggan menggelar sosialisasi pelayanan air minum bagi masyarakat pelanggan di Kecamatan Nangapanda, Selasa 19 Mei 2026. Kegiatan yang berlangsung di Aula Kantor Camat Nangapanda itu mengusung tema “Pelanggan Sehat, Perumda Kuat, Rakyat Sejahtera”.

Sosialisasi tersebut dibuka Sekretaris Camat Nangapanda, Apolynaris Ruba, SH, dan dihadiri jajaran Perumda, pemerintah desa, tokoh masyarakat, serta pelanggan air minum. Forum itu menjadi ruang dialog antara perusahaan daerah dengan masyarakat terkait persoalan pelayanan air bersih di wilayah Nangapanda.

Direktur Utama Perumda Tirta Kelimutu, Heribertus Gani, mengatakan pertemuan tersebut bertujuan membangun komitmen bersama untuk memperbaiki kualitas pelayanan air minum kepada masyarakat pelanggan. Menurutnya, Perumda ingin mewujudkan perubahan nyata dalam sistem pelayanan di Kecamatan Nangapanda.

Ia menjelaskan persoalan utama yang dihadapi saat ini adalah kapasitas produksi air yang tidak sebanding dengan pertumbuhan jumlah pelanggan. Dalam beberapa tahun terakhir, jumlah pelanggan terus meningkat, sementara kapasitas produksi air belum mengalami penambahan.

Selain itu, kata Heribertus, gangguan pasokan listrik juga menjadi kendala mendasar yang berdampak langsung pada distribusi air kepada pelanggan. Pemadaman listrik yang berlangsung berjam-jam kerap menyebabkan pelayanan terganggu bahkan terhenti.

“Beberapa kali saya turun ke wilayah pelayanan Nangapanda, keluhan yang disampaikan masyarakat hampir sama dan ini menjadi perhatian serius bagi Perumda untuk terus melakukan pembenahan,” ujar Heribertus Gani.

Untuk mengatasi persoalan tersebut, Perumda telah menyiapkan rencana penambahan kapasitas produksi melalui pembangunan instalasi pengolahan air baru yang memanfaatkan sumber air baku Kali Nangapanda. Dalam jangka pendek, Perumda juga akan menyediakan satu unit genset guna membantu menjaga pelayanan saat terjadi pemadaman listrik.

Heribertus menegaskan Perumda tidak bisa berjalan sendiri tanpa dukungan masyarakat pelanggan dan pemerintah daerah. Ia berharap kolaborasi semua pihak dapat membantu mewujudkan pelayanan air minum yang lebih baik dan berkelanjutan.

Di sisi lain, Perumda juga menghadapi tingginya biaya operasional yang tidak sebanding dengan pendapatan perusahaan. Menurut Heribertus, meski jumlah pelanggan aktif di Nangapanda mencapai sekitar 740 pelanggan, tingkat pemakaian air masih rendah dan tunggakan pelanggan cukup besar.

Ia mengungkapkan total tunggakan pelanggan di wilayah pelayanan Nangapanda mencapai sekitar Rp 800 juta. Untuk membantu pelanggan, Perumda telah menerapkan kebijakan relaksasi pembayaran dalam dua tahap yang berakhir pada 8 Mei 2026.

Pada kesempatan yang sama, Camat Nangapanda, Darius Meka, menyampaikan apresiasi kepada Perumda dan Forum Pelanggan atas pelaksanaan sosialisasi tersebut. Ia mengakui jumlah pelanggan yang hadir masih terbatas, namun pemerintah kecamatan bersama desa dan kelurahan siap meneruskan informasi kepada masyarakat.

Darius berharap ke depan ada langkah-langkah solutif bagi pelanggan yang menunggak, termasuk kemungkinan relaksasi lanjutan sesuai pertimbangan teknis Perumda. Ia juga meminta adanya koordinasi yang lebih intensif terkait data pelanggan menunggak agar masyarakat dapat mencicil pembayaran dan pelayanan air tetap berjalan baik.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....