Caritas Dorong Pertanian Organik dan Ekologi Integral di Labuan Bajo
- 19 Mei 2026 15:59 WIB
- Ende
RRI.CO.ID, Manggarai Barat- Delegasi Caritas Internationalis mengunjungi komunitas dampingan Caritas Keuskupan Labuan Bajo di Paroki Santa Teresia Kalkuta Datak, Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT), Senin 18 Mei 2026, dalam rangkaian perayaan 75 tahun Caritas Internationalis dan 20 tahun Caritas Indonesia.
Kunjungan tersebut menampilkan praktik pertanian organik yang dikembangkan masyarakat melalui Program HARVEST, program pemberdayaan komunitas yang didampingi Caritas Keuskupan Labuan Bajo.
Melalui program tersebut, masyarakat didorong membangun komunitas pertanian yang mandiri dan inovatif melalui pelatihan teknik pertanian organik, produksi Mikro Organisme Lokal (MOL), pupuk organik, dan pestisida alami secara mandiri.
Presiden Caritas Internationalis, Kardinal Tarcisio Isao Kikuchi, mengatakan karya Caritas tidak hanya berbicara tentang bantuan kemanusiaan, tetapi juga membangun harapan dan relasi kemanusiaan di tengah masyarakat.
“Melalui pekerjaan ini, kita bertemu dengan orang-orang, membangun hubungan antar-manusia, dan menciptakan harapan berdasarkan kasih Tuhan,” ujar Kardinal Kikuchi.
Ia menegaskan, pelayanan Caritas harus berjalan dengan semangat kemanusiaan sekaligus dilakukan secara profesional dan berkelanjutan.
“Pelayanan kita harus kompeten, terorganisir, efektif, dan sangat manusiawi,” katanya.
Ketua Konferensi Waligereja Indonesia, Mgr. Antonius Subianto Bunjamin, menyampaikan bahwa perayaan tersebut menjadi momentum memperkuat solidaritas dan pelayanan Gereja kepada masyarakat kecil dan kelompok rentan.
“Ungkapan syukur ini kami harapkan menjadi semangat yang mengobarkan dan menggerakkan karya yang lebih baik lagi sebagai wujud nyata mencintai sesama,” ungkapnya.
Menurutnya, pelayanan kepada masyarakat miskin merupakan bagian penting dari misi kemanusiaan Gereja.
“Paus Fransiskus pernah berpesan, melayani orang miskin adalah anugerah istimewa karena tidak semua memiliki kesempatan untuk menjalankan pelayanan ini,” katanya.
Sementara itu, Uskup Keuskupan Labuan Bajo, Mgr. Maksimus Regus, mengatakan kepercayaan menjadi tuan rumah perayaan internasional tersebut merupakan dukungan besar bagi Keuskupan Labuan Bajo yang masih tergolong baru.
“Sebagai Keuskupan baru, ini adalah kepercayaan dan dukungan bagi kami,” ujarnya.
Ia berharap kegiatan tersebut membawa manfaat jangka panjang, terutama dalam membangun kolaborasi pelayanan kemanusiaan.
“Kami berharap semoga pertemuan ini membawa manfaat jangka panjang terutama dalam kolaborasi berkelanjutan,” ucapnya.
Direktur Caritas Indonesia, Romo Fredy Rante Taruk, turut mengapresiasi kesiapan Keuskupan Labuan Bajo menjadi tuan rumah perayaan tersebut.
“Kami memberikan apresiasi kepada Keuskupan Labuan Bajo yang bersedia menjadi tuan rumah perayaan Yubileum 75 tahun Caritas Internationalis dan 20 tahun Caritas Indonesia,” ujarnya.
Kegiatan kunjungan komunitas dampingan itu juga menjadi bagian implementasi pesan Laudato Si’ tentang ekologi integral, yang menekankan pentingnya menjaga lingkungan sekaligus memperhatikan kehidupan masyarakat kecil.
Perayaan 75 tahun Caritas Internationalis dan 20 tahun Caritas Indonesia diharapkan menjadi momentum memperkuat jejaring kemanusiaan yang lebih adaptif, tangguh, dan berdampak luas bagi masyarakat serta kelestarian lingkungan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....