Dinkes Sikka Perkuat Layanan Kesehatan Jiwa, menuju Kabupaten Bebas Pasung
- 19 Mei 2026 09:36 WIB
- Ende
Poin Utama
- Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sikka, Petrus Herlemus mengatakan, kesehatan jiwa saat ini menjadi salah satu fokus pelayanan kesehatan yang harus diperkuat secara menyeluruh.
- Menurutnya, masih terdapat stigma terhadap Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) yang berdampak pada keterlambatan penanganan bahkan praktik pemasungan oleh keluarga.
- “Pemerintah daerah berkomitmen mendorong program bebas pasung melalui pendekatan pelayanan kesehatan, edukasi masyarakat, dan pendampingan keluarga agar penderita mendapatkan hak pelayanan kesehatan secara layak.
RRI.CO.ID,Sikka - Pemerintah Kabupaten Kabupaten Sikka melalui Dinas Kesehatan Kabupaten Sikka terus memperkuat layanan kesehatan jiwa di tingkat masyarakat. Upaya tersebut dilakukan melalui program bebas pasung, peningkatan deteksi dini gangguan mental, hingga integrasi layanan kesehatan jiwa dalam pelayanan kesehatan primer.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sikka, Petrus Herlemus mengatakan, kesehatan jiwa saat ini menjadi salah satu fokus pelayanan kesehatan yang harus diperkuat secara menyeluruh. Menurutnya, masih terdapat stigma terhadap Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) yang berdampak pada keterlambatan penanganan bahkan praktik pemasungan oleh keluarga.
“Pemerintah daerah berkomitmen mendorong program bebas pasung melalui pendampingan keluarga agar penderita mendapatkan hak pelayanan kesehatan secara layak,” ujarnya saat diwawancarai RRI, Selasa 19 Mei 2026.
Ia menjelaskan, penguatan layanan kesehatan jiwa dilakukan melalui integrasi pelayanan primer di seluruh fasilitas kesehatan tingkat pertama. Dengan pola tersebut, masyarakat dapat memperoleh layanan konsultasi, skrining, hingga rujukan lebih cepat di puskesmas.
Selain itu, tenaga kesehatan di puskesmas juga terus diperkuat melalui pelatihan deteksi dini dan penanganan awal gangguan kesehatan jiwa. Petrus menambahkan, keberhasilan program kesehatan jiwa tidak hanya bergantung pada tenaga medis, tetapi juga membutuhkan keterlibatan keluarga, pemerintah desa, tokoh agama, dan masyarakat.
“Kami ingin membangun kesadaran bahwa gangguan kesehatan jiwa bukan sesuatu yang harus disembunyikan,” katanya. Dinas Kesehatan juga terus melakukan pendataan terhadap ODGJ di wilayah Kabupaten Sikka guna memastikan seluruh pasien mendapatkan pelayanan kesehatan dan pendampingan secara berkala.
Melalui penguatan integrasi layanan primer dan program bebas pasung, Pemerintah Kabupaten Sikka berharap kualitas kesehatan masyarakat, khususnya kesehatan mental, semakin meningkat serta mampu menciptakan lingkungan yang lebih peduli terhadap kesehatan jiwa.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....