Keributan IGD RSU TC Hillers Berakhir Kekeluargaan
- 12 Sep 2026 11:32 WIB
- Ende
RRI.CO.ID, Sikka – Keributan antara tenaga kesehatan dan keluarga pasien di ruang Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSU TC Hillers Maumere, Kabupaten Sikka, yang terjadi pada 30 Agustus 2026, akhirnya diselesaikan secara kekeluargaan. Penyelesaian tersebut dicapai melalui mediasi yang digelar di Kantor Dinas Kesehatan Kabupaten Sikka, Jumat 11 September 2026.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sikka, Petrus Herlemus Juamat, mengatakan persoalan bermula ketika tenaga kesehatan sedang menangani pasien di IGD. Saat petugas melakukan tindakan medis, termasuk pemasangan infus, keluarga pasien mengajukan sejumlah pertanyaan yang belum langsung dijawab karena petugas sedang fokus memberikan pelayanan.
Situasi kemudian memanas setelah salah seorang anggota keluarga pasien mengeluarkan perkataan yang dinilai menyinggung tenaga kesehatan. Adu mulut terjadi hingga berkembang menjadi keributan di ruang pelayanan IGD.
Petugas rumah sakit yang berada di lokasi segera berupaya menengahi kedua pihak sehingga situasi dapat diredam. Meski demikian, persoalan belum sepenuhnya selesai karena tenaga kesehatan yang merasa dirugikan belum menerima penyelesaian awal tersebut.
“Dalam keterangannya, yang bersangkutan meminta agar persoalan ini diproses secara hukum, yang kedua, pelaku harus menyampaikan permohonan maaf secara terbuka,” kata Petrus, Jumat 11 September 2026. Tenaga kesehatan tersebut sebelumnya telah melaporkan kejadian kepada Direktur RSU TC Hillers dan menyampaikan rencana membawa persoalan tersebut ke ranah hukum.
Direktur RSU TC Hillers kemudian meminta bantuan Dinas Kesehatan Kabupaten Sikka untuk memediasi persoalan tersebut. Petrus memanggil tenaga kesehatan yang terlibat untuk meminta keterangan sekaligus mengetahui tuntutan penyelesaian yang diharapkan.
Setelah mendengarkan keterangan tenaga kesehatan, Petrus mempertemukan kedua pihak dalam sebuah pertemuan mediasi. Pihak keluarga pasien hadir bersama ayah dan anggota keluarga lainnya untuk menyelesaikan persoalan yang terjadi.
Dalam pertemuan tersebut, pihak yang terlibat mengakui kesalahan dan menyampaikan permohonan maaf secara terbuka di hadapan tenaga kesehatan, Direktur RSU TC Hillers, serta Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sikka. Pihak keluarga juga meminta agar persoalan tidak dilanjutkan ke proses hukum dan dapat diselesaikan secara kekeluargaan.
Melalui mediasi tersebut, kedua pihak akhirnya sepakat mengakhiri persoalan secara kekeluargaan dan saling memaafkan. Kesepakatan itu sekaligus membuat rencana membawa kasus tersebut ke ranah hukum tidak dilanjutkan.
Petrus menegaskan, penyelesaian secara kekeluargaan merupakan kesepakatan kedua pihak setelah seluruh persoalan disampaikan dalam mediasi. Ia berharap kesepakatan tersebut menjadi penutup atas keributan yang terjadi sekaligus menjaga hubungan baik antara tenaga kesehatan dan keluarga pasien dalam pelayanan kesehatan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....