SAR Gabungan Selamatkan 23 Penumpang KM Hinaya di Perairan Labuan Bajo
- 13 Mei 2026 18:57 WIB
- Ende
RRI.CO.ID, Manggarai Barat – Tim SAR Gabungan berhasil mengevakuasi seluruh 23 penumpang KM Hinaya yang mengalami mati mesin dan terombang-ambing akibat gelombang tinggi di perairan antara Pulau Batu Tiga dan Pulau Siaba, kawasan Taman Nasional Komodo, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT).
Kepala Kantor SAR Maumere selaku SAR Mission Coordinator (SMC), Fathur Rahman, mengatakan KM Hinaya bertolak dari Pulau Komodo menuju Pelabuhan Marina Labuan Bajo sekitar pukul 14.00 WITA sebelum mengalami gangguan mesin di tengah pelayaran.
“KM Hinaya yang merupakan kapal angkut penumpang berangkat dari Pelabuhan Komodo menuju Pelabuhan Marina Labuan Bajo, namun saat melintasi perairan antara Pulau Batu Tiga dan Pulau Siaba, kapal mengalami mati mesin dan dihantam gelombang tinggi,” ujar Fathur, Rabu 13 Mei 2026.
Menerima laporan tersebut, Tim SAR Gabungan segera dikerahkan menuju lokasi kejadian. Namun dalam perjalanan, tim mendapat informasi bahwa sebagian besar penumpang telah lebih dahulu dievakuasi oleh unsur potensi SAR dan kapal lain yang berada di sekitar lokasi.
Sebanyak delapan penumpang berhasil diselamatkan oleh Rigid Inflatable Boat (RIB) milik Padar Heritage Conservation (PHC), sementara 12 penumpang lainnya dievakuasi oleh kru Kapal Raja Manta yang sedang berlayar di sekitar lokasi kejadian.
“Seluruh penumpang telah dievakuasi kembali menuju Pelabuhan Komodo dengan aman dan selamat,” ujar Fathur.
| Baca juga: Evakuasi Dramatis Empat Kru KM Putra Cantika |
Dirinya juga menegaskan keberhasilan operasi ini menjadi bukti kuatnya sinergi kemanusiaan antara Basarnas, potensi SAR, dan pelaku wisata di Labuan Bajo.
“Respon cepat dari potensi SAR terutama Tim PHC Labuan Bajo dan kru Raja Manta berhasil menyelamatkan seluruh penumpang,” ujarnya.
Sementara itu, Humas PHC, Yoanna Daely, menyampaikan bahwa pihaknya menerima laporan darurat dari warga Pulau Komodo sekitar pukul 13.20 WITA terkait kapal yang mengalami gangguan mesin di perairan Batu Tiga.
“Kondisi cuaca tidak baik dan gelombang laut saat itu cukup kuat. Berdasarkan informasi yang kami terima, para penumpang panik karena kapal tidak dapat melanjutkan perjalanan,” ucap Yoanna.
Lebih lanjut, PHC kemudian menurunkan satu kapten kapal dan dua kru menggunakan kapal Seariders untuk membantu proses penyelamatan.
Dalam dua kali perjalanan evakuasi, tim PHC berhasil menyelamatkan enam orang dewasa dan satu bayi pada perjalanan pertama, serta sepuluh orang dewasa dan tiga anak-anak pada perjalanan kedua.
Secara keseluruhan, seluruh penumpang dan kapal berhasil dievakuasi dengan aman ke Pulau Komodo sekitar pukul 15.30 WITA. Adapun seluruh korban dilaporkan selamat tanpa korban jiwa.
Selain itu, tim SAR juga mengimbau kepada masyarakat dan operator pelayaran untuk selalu memperhatikan aspek keselamatan sebelum berlayar.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....