Kabasarnas Evakuasi Tiga Korban Gempa M 7,7 di Manggarai Timur
- 18 Agt 2026 15:28 WIB
- Ende
RRI.CO.ID, Manggarai Timur - Kepala Basarnas Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii memimpin evakuasi tiga korban gempa M 7,7 dari Manggarai Timur, Selasa 18 Agustus 2026. Ketiga korban membutuhkan penanganan medis segera setelah mengalami patah tulang dan dislokasi akibat guncangan gempa setempat pagi tadi.
Evakuasi menggunakan helikopter Dauphin AS 365 N3+ HR-3604 yang disiagakan Basarnas di Bandara Komodo, Labuan Bajo sejak pagi. Helikopter dikerahkan setelah Tim SAR Gabungan menerima laporan kondisi korban yang memerlukan pertolongan medis lanjutan segera di rumah sakit.
Tim SAR Gabungan tiba di Posko Utama Satar Kampas pada pukul 10.28 WITA membawa misi evakuasi ketiga korban. Salah satu korban merupakan anak perempuan berusia lima tahun, sementara dua korban lainnya juga mengalami cedera tulang serius.
Setelah penanganan awal, ketiga korban diterbangkan menuju Labuan Bajo dan helikopter mendarat selamat di Bandara Komodo pukul 11.00 WITA. Setibanya di bandara, seluruh korban langsung dibawa ke rumah sakit dengan pendampingan dokter dan tim medis untuk perawatan.
Operasi ini menjadi bagian dari kesiapsiagaan Basarnas bersama Potensi SAR menangani dampak gempa di Manggarai Timur dan sekitarnya. Kabasarnas meminta Tim SAR Gabungan tetap bersiaga menghadapi kebutuhan evakuasi medis lanjutan bagi masyarakat terdampak gempa di wilayah.
Ia menegaskan kehadiran Basarnas dan Potensi SAR harus dirasakan warga terdampak, terutama di Manggarai Timur, Manggarai dan Nagekeo. Ketiga korban diketahui berasal dari Desa Haju Wangi dan Desa Satar Padut, Kecamatan Lamba Leda Utara, Kabupaten Manggarai Timur.
Evakuasi tersebut diharapkan mempercepat penanganan korban sekaligus memastikan kebutuhan medis mereka terpenuhi tanpa menunggu akses darat terlalu lama. Langkah ini menunjukkan pentingnya dukungan transportasi udara ketika kondisi lapangan menyulitkan mobilisasi korban menuju fasilitas kesehatan terdekat secepatnya.
Basarnas memastikan koordinasi dengan unsur terkait tetap berjalan untuk memperkuat respons darurat selama masa penanganan pascagempa di wilayah. Petugas juga terus memantau kondisi warga yang membutuhkan pertolongan, termasuk kemungkinan evakuasi medis berikutnya dari lokasi terdampak gempa.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....