Gempa M 7,7 Manggarai Timur, Tujuh Korban Luka Dievakuasi ke Labuan Bajo
- 18 Agt 2026 19:25 WIB
- Ende
RRI.CO.ID, Manggarai Timur - Tim SAR Gabungan mengevakuasi tujuh korban luka berat akibat gempa magnitudo 7,7 dari Manggarai Timur menuju Labuan Bajo. Evakuasi dilakukan melalui jalur udara menuju Labuan Bajo untuk mempercepat penanganan medis bagi korban dengan cedera serius tersebut.
Hingga Selasa 18 Agustus 2026 pukul 15.00 WITA, seluruh tujuh korban luka berat telah berhasil dipindahkan menggunakan helikopter ke Labuan Bajo. Cedera yang dialami meliputi patah tulang, dislokasi, trauma vertebralis, serta luka parah pada bagian tangan korban yang dievakuasi.
Kepala Basarnas Marsekal Madya TNI Mohammad Syafii menyebut evakuasi dilakukan bertahap dengan mendahulukan korban yang membutuhkan penanganan medis segera. Kloter pertama menggunakan Helikopter Dauphin membawa tiga korban bersama tim medis, sedangkan kloter kedua membawa empat korban lainnya.
Helikopter Dauphin disiagakan intensif di kawasan terdampak parah Manggarai Timur untuk memangkas waktu tempuh menuju fasilitas kesehatan rujukan. Jalur udara dipilih karena sejumlah akses darat menuju lokasi terdampak masih menghadapi kendala setelah gempa mengguncang wilayah tersebut.
Selain evakuasi udara, Tim Rescue Kantor SAR Kupang bergerak bersama TNI, Polri, dan Potensi SAR menuju wilayah terdampak. Personel tambahan itu diberangkatkan menggunakan KN SAR Antareja pada Selasa sore untuk memperkuat operasi pencarian dan pertolongan korban.
Penguatan personel dilakukan untuk menjangkau titik-titik yang masih membutuhkan pencarian, pertolongan, dan evakuasi pascagempa di sejumlah wilayah terdampak. Koordinasi lintas unsur terus berlangsung agar setiap korban dapat ditangani sesuai tingkat kebutuhan medis secara cepat.
Gempa bermagnitudo 7,7 mengguncang wilayah Flores pada 15 Agustus 2026 dan menimbulkan kerusakan serta korban di sejumlah daerah. Di Manggarai Timur, kondisi medan dan akses yang terganggu membuat evakuasi darat tidak selalu dapat ditempuh dengan cepat.
Karena itu, helikopter menjadi pilihan untuk membawa korban luka berat menuju rumah sakit rujukan di Labuan Bajo terdekat. Hingga kini, Tim SAR Gabungan masih memusatkan operasi pada pencarian korban, evakuasi medis, dan penguatan personel di lapangan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....