Kemenag Mabar dan Dikmen NTT Bersinergi Perkuat Kompetensi Tenaga Kependidikan
- 07 Mei 2026 10:24 WIB
- Ende
RRI.CO.ID, Manggarai Barat - Upaya peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) di sektor pendidikan terus diperkuat di Kabupaten Manggarai Barat. Kantor Kementerian Agama Kabupaten Manggarai Barat resmi menjalin sinergi lintas sektoral dengan Cabang Dinas Pendidikan Wilayah VI Provinsi Nusa Tenggara Timur melalui penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU), Rabu, 6 Mei 2026, di SMAK Seminari St. Yohanes Paulus II Labuan Bajo.
Kerja sama tersebut menjadi langkah konkret dalam memperkuat kapasitas tenaga kependidikan pada jenjang SMAK, Madrasah Aliyah (MA), dan SMA di wilayah Manggarai Barat. Kolaborasi ini juga merupakan tindak lanjut dari rapat koordinasi strategis antara Seksi Pendidikan Katolik Kemenag Mabar dan Cabang Dinas Pendidikan Wilayah VI NTT yang sebelumnya digelar pada 21 April 2026.
Kepala Kantor Kemenag Manggarai Barat, Fransiskus Xaverius Adi, menegaskan bahwa kerja sama tersebut merupakan langkah strategis untuk menjawab keterbatasan tenaga pengawas, khususnya pada mata pelajaran umum di sekolah keagamaan. Menurutnya, kolaborasi lintas sektor menjadi standar baru dalam meningkatkan profesionalitas guru sebagai tulang punggung pendidikan agar tetap kompetitif dan relevan dengan perkembangan zaman.
"Ini adalah standar baru. Kita tidak lagi bekerja dalam 'kotak' masing-masing. Fokus kita adalah profesionalitas guru sebagai tulang punggung pendidikan. Dengan menggandeng Dikmen NTT, kita memastikan kompetensi tenaga kependidikan tetap kompetitif dan relevan dengan tuntutan zaman," kata Fransiskus.
Hal senada disampaikan Laurensius Idin yang mewakili Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan NTT. Ia menyebut kolaborasi ini penting dalam mendorong pemerataan mutu pendidikan melalui pertukaran praktik baik serta penguatan kompetensi manajerial dan pedagogik tenaga kependidikan di sekolah umum maupun sekolah keagamaan.
Adapun ruang lingkup kerja sama yang berlaku selama tiga tahun ke depan meliputi pelatihan kompetensi tenaga kependidikan, pertukaran data dan informasi pengembangan kurikulum. Selain itu juga ada pemanfaatan fasilitas pendidikan dan pendampingan implementasi kurikulum di lingkungan SMAK, MA, dan SMA.
Penandatanganan MoU ini diharapkan menjadi tonggak penting dalam memperkuat layanan pendidikan yang berkualitas, inklusif, dan berdaya saing guna mendukung pembangunan SDM unggul.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....