Kemenag Bantu Ruang Belajar sementara untuk MTsN 2 Manggarai Barat

  • 23 Agt 2026 21:49 WIB
  •  Ende

RRI.CO.ID, Manggarai Barat — Kementerian Agama RI bergerak cepat memastikan kegiatan belajar mengajar tetap berjalan bagi siswa MTsN 2 Manggarai Barat yang terdampak gempa bumi. Sabtu, 22 Agustus 2026, Kemenag menyerahkan bantuan Temporary Learning Space (TLS) atau ruang belajar sementara serta school kit untuk mendukung proses pembelajaran setelah bangunan madrasah mengalami kerusakan.

Bantuan tersebut diserahkan Staf Ahli Bidang Informasi dan Komunikasi Menteri Agama RI sekaligus Plt. Dirjen Bimas Katolik, A.M. Adiyarto Sumardjono, bersama Plh. Kasubbag TU Direktorat KSKK Madrasah, Ajang Pradita. Sebelumnya, para siswa MTsN 2 Manggarai Barat harus mengikuti pembelajaran secara daring dari rumah karena kondisi gedung belum memungkinkan digunakan untuk kegiatan tatap muka.

Selain ruang belajar sementara, Kemenag juga menyalurkan school kit kepada siswa kelas IX. Paket tersebut berisi satu pak buku, satu Al-Qur’an, satu set alat tulis, dan satu kotak P3K mini. Bantuan ini diharapkan dapat membantu siswa tetap belajar di tengah situasi pascabencana sekaligus memberikan rasa aman dan nyaman selama proses pemulihan berlangsung.

Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Manggarai Barat Fransiskus Xaverius Adi mengatakan, bantuan TLS menjadi solusi sementara agar kegiatan pendidikan tidak terhenti. Sementara itu, A.M. Adiyarto menegaskan pemulihan layanan pendidikan dan kegiatan keagamaan menjadi perhatian Kemenag selama masa tanggap bencana. Dukungan serupa juga diarahkan ke sejumlah wilayah terdampak lainnya, termasuk Nagekeo, Manggarai, dan Manggarai Timur.

Adiyarto menjelaskan, bantuan darurat tersebut merupakan tahap awal sebelum dilakukan pemulihan fisik bangunan. Kemenag telah meminta jajaran di NTT melakukan pendataan kerusakan rumah ibadah dan lembaga pendidikan sebagai dasar penanganan berikutnya sekaligus mencegah terjadinya tumpang tindih bantuan. Dengan pendataan yang akurat, proses rehabilitasi diharapkan dapat dilakukan lebih tepat sasaran sehingga siswa dan tenaga pendidik dapat kembali belajar dan mengajar secara normal.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....