Urban Futures Perkuat Sistem Pangan Lokal Mabar lewat Pasar Kreasi Pangan

  • 30 Apr 2026 23:03 WIB
  •  Ende

RRI.CO.ID, Manggarai Barat - Urban Futures mendorong transformasi sistem pangan lokal di Kabupaten Manggarai Barat melalui kegiatan Pasar Kreasi Pangan yang digelar di Labuan Bajo, Rabu 29 April 2026. Kegiatan ini menjadi wadah kolaborasi berbagai pihak untuk memperkuat ketahanan pangan daerah, mengembangkan potensi pangan lokal, serta menjawab tantangan distribusi, konsumsi, hingga pengelolaan sisa pangan dan sampah makanan.

Bupati Manggarai Barat, Edistasius Endi, menegaskan bahwa daerahnya memiliki potensi besar di sektor pertanian, perikanan, dan olahan pangan tradisional. Namun, tantangan utama terletak pada keterhubungan antara potensi tersebut dengan kebutuhan pasar.

“Manggarai Barat memiliki potensi yang sangat besar, baik dari pertanian, perikanan, maupun olahan pangan tradisional. Tantangannya adalah menghubungkan potensi ini dengan kebutuhan pasar dan memberikan nilai tambah bagi masyarakat. Karena itu, dibutuhkan pendekatan kolaboratif lintas sektor agar pengembangan pangan lokal berjalan lebih terarah, berkelanjutan, dan berdampak ekonomi luas,” ujar Endi.

Regional Coordinator Urban Futures Indonesia dari Yayasan Humanis dan Inovasi Sosial, Laily Himayati, mengatakan Pasar Kreasi Pangan menjadi ruang strategis untuk memperlihatkan bagaimana berbagai inisiatif dapat terhubung dalam satu ekosistem pembangunan pangan lokal.

“Melalui berbagai inisiatif Urban Futures, kami mendorong pendekatan yang menghubungkan beragam aktor dan solusi dalam satu ekosistem. Pasar Kreasi Pangan menunjukkan bahwa kolaborasi dapat menghasilkan dampak nyata di tingkat lokal,” jelasnya.

Dalam kegiatan ini, sebanyak 26 anak muda Manggarai Barat binaan program NURTURE bersama Prestasi Junior Indonesia menampilkan berbagai usaha berbasis pangan lokal. Selama sembilan bulan pendampingan, para peserta berhasil mencatat total omzet hingga Rp3,87 miliar.

Tak hanya itu, sebanyak 73 persen peserta berhasil membangun kemitraan usaha, sementara 42 lapangan kerja baru tercipta dari pengembangan usaha mereka. Sebanyak 85 persen peserta juga mulai memanfaatkan teknologi digital dalam produksi, pemasaran, dan pengelolaan keuangan.

Dewan Nasional Prestasi Junior Indonesia, Natalia Soebagjo, menilai orang muda memiliki peran penting dalam membangun ekosistem pangan baru.

“Orang muda mampu menciptakan efek berganda ketika diberikan akses pada pengetahuan, pendampingan, dan jejaring yang memadai. Dampaknya bukan hanya pada usaha individu, tetapi juga terbentuknya ekosistem baru yang memperkuat sistem pangan lokal,” katanya.

Salah satu peserta program, Wilfridus Da Costa Mones, pemilik usaha hidroponik Green Floreska, menyebut generasi muda berupaya memperpendek rantai pasok pangan lokal melalui usaha yang lebih dekat dengan pasar.

Selain penguatan kewirausahaan, kegiatan ini juga menghadirkan 10 inovasi dari inisiatif SAPA BUMI bersama RISE Foundation yang berfokus pada isu hak pangan, distribusi, adaptasi iklim, hingga kewirausahaan sosial.

Direktur Eksekutif RISE Foundation, Artin Wuriyani, menilai anak muda di Manggarai Barat telah berkembang menjadi problem solver dalam isu pangan lokal.

“Kami berharap inisiatif ini berkembang menjadi gerakan berkelanjutan yang membuka peluang kolaborasi lebih luas,” ujarnya.

Pasar Kreasi Pangan juga menyoroti persoalan food waste di Labuan Bajo. Berdasarkan riset WRI Indonesia bersama Garda Pangan, timbulan sisa pangan dan sampah makanan di Labuan Bajo pada 2024 mencapai sekitar 4,8 juta kilogram, dengan kontribusi terbesar berasal dari sektor nonrumah tangga seperti hotel, restoran, dan kapal wisata.

Manajer Proyek Urban Futures WRI Indonesia, Sri Noor Chalidah, menyebut sekitar 58,9 persen food waste di Labuan Bajo telah dimanfaatkan menjadi pakan ternak, sebuah praktik baik yang perlu diperkuat melalui kolaborasi lintas sektor.

“Pertumbuhan pariwisata membawa manfaat ekonomi, namun juga menghadirkan tantangan pengelolaan sisa pangan. Praktik baik yang sudah berjalan perlu diperluas agar tercipta ekosistem pengelolaan pangan yang lebih terpadu dan berkelanjutan,” katanya.

Melalui Pasar Kreasi Pangan, Urban Futures menegaskan bahwa transformasi sistem pangan lokal di Manggarai Barat membutuhkan keterhubungan antara pelaku usaha, masyarakat, pemerintah, dan generasi muda untuk menciptakan sistem pangan yang tangguh, inklusif, dan berkelanjutan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....