Guru Didorong Hidupkan Pembelajaran Berbasis Budaya Lokal
- 30 Apr 2026 20:24 WIB
- Ende
Guru Didorong Hidupkan Pembelajaran Berbasis Budaya Lokal RRI.CO.ID, Ende – Pembelajaran berbasis budaya lokal dinilai mampu membuat siswa sekolah dasar lebih mudah memahami materi sekaligus menanamkan nilai karakter sejak dini. Pendekatan ini juga dianggap sejalan dengan penerapan Kurikulum Merdeka yang menekankan pembelajaran kontekstual dan berbasis pengalaman. Dosen Program Studi PGSD STKIP Citra Bakti Ngada, , mengatakan budaya lokal dapat dijadikan sumber belajar yang dekat dengan kehidupan siswa. Menurutnya, lingkungan, tradisi, cerita rakyat, hingga permainan tradisional dapat dimanfaatkan dalam proses pembelajaran di kelas. “Anak-anak sekolah dasar lebih mudah memahami pembelajaran yang dekat dengan kehidupan mereka sehari-hari karena sifatnya konkret dan kontekstual,” katanya dalam program Bincang Budaya RRI Ende, Rabu, 29 April 2026. Ia menjelaskan penerapan pembelajaran berbasis budaya lokal di Kabupaten Ngada sudah mulai dilakukan melalui muatan lokal di sekolah. Selain itu, budaya lokal juga dapat diintegrasikan dalam berbagai mata pelajaran sesuai capaian pembelajaran. Salah satu contoh yang digunakan adalah permainan tradisional “Meong Au” Guru Didorong Hidupkan Pembelajaran Berbasis Budaya Lokal
RRI.CO.ID, Ende – Pembelajaran berbasis budaya lokal dinilai mampu membuat siswa sekolah dasar lebih mudah memahami materi sekaligus menanamkan nilai karakter sejak dini. Pendekatan ini juga dianggap sejalan dengan penerapan Kurikulum Merdeka yang menekankan pembelajaran kontekstual dan berbasis pengalaman.
Dosen Program Studi PGSD STKIP Citra Bakti Ngada, , mengatakan budaya lokal dapat dijadikan sumber belajar yang dekat dengan kehidupan siswa. Menurutnya, lingkungan, tradisi, cerita rakyat, hingga permainan tradisional dapat dimanfaatkan dalam proses pembelajaran di kelas.
“Anak-anak sekolah dasar lebih mudah memahami pembelajaran yang dekat dengan kehidupan mereka sehari-hari karena sifatnya konkret dan kontekstual,” katanya dalam program Bincang Budaya RRI Ende, Rabu, 29 April 2026.
Ia menjelaskan penerapan pembelajaran berbasis budaya lokal di Kabupaten Ngada sudah mulai dilakukan melalui muatan lokal di sekolah. Selain itu, budaya lokal juga dapat diintegrasikan dalam berbagai mata pelajaran sesuai capaian pembelajaran.
Salah satu contoh yang digunakan adalah permainan tradisional “Meong Au” yang mengajarkan kerja sama, tanggung jawab, dan kepedulian terhadap sesama. Menurut Ermelinda, permainan tersebut dapat menjadi media pembelajaran karakter bagi siswa sekolah dasar.
Namun, penerapan pembelajaran berbasis budaya lokal masih menghadapi sejumlah tantangan. Beberapa di antaranya adalah keterbatasan pemahaman guru, kurangnya dokumentasi budaya lokal, hingga keterbatasan waktu pembelajaran di sekolah.
“Kita harus mulai memanfaatkan sumber belajar yang ada di sekitar karena semuanya sarat makna dan dekat dengan kehidupan peserta didik,” ujarnya.
Ia berharap sekolah-sekolah di Kabupaten Ngada terus menghidupkan budaya lokal di ruang kelas. Dengan demikian, sekolah tidak hanya menjadi tempat transfer ilmu pengetahuan, tetapi juga ruang pelestarian budaya dan pembentukan karakter generasi muda.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....