Panen Padi Organik, Bupati Dorong Pertanian Berkelanjutan

  • 30 Apr 2026 14:40 WIB
  •  Ende

RRI.CO.ID, Ende – Bupati Ende Yosef Benediktus Badeoda menghadiri panen kedua padi sawah hasil kajian partisipatif penggunaan pupuk organik di Desa Mautenda Barat, Kecamatan Wewaria, Sabtu, 25 April 2026.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Kepala Dinas Pertanian Ibrahim Gadir Dean, Camat Wewaria, Direktur Yayasan Tananua Flores, akademisi Universitas Flores, penyuluh pertanian, serta kelompok tani Sa Ate dan tokoh masyarakat setempat.

Dalam sambutannya, Bupati Ende menegaskan kehadiran pemerintah dalam kegiatan tersebut menunjukkan komitmen pembangunan tidak hanya berfokus di perkotaan, tetapi juga menyasar wilayah pedesaan.

Menurutnya, pembangunan saat ini diarahkan pada konsep berkelanjutan yang mengintegrasikan aspek ekonomi, sosial, dan lingkungan, termasuk dalam sektor pertanian melalui penggunaan pupuk organik.

“Pembangunan berkelanjutan harus menjaga lingkungan sekaligus memenuhi kebutuhan saat ini tanpa mengorbankan generasi mendatang,” ujarnya.

Ia juga mengimbau masyarakat untuk menjaga kelestarian lingkungan dengan meminimalkan dampak negatif terhadap ekosistem, sehingga mendukung kemajuan daerah yang bersih dan berkelanjutan.

Bupati menyebut sektor pertanian menjadi perhatian pemerintah pusat dengan dukungan anggaran yang cukup besar, sehingga pemerintah daerah diharapkan mampu memanfaatkan peluang tersebut.

Ia mendorong masyarakat untuk mengoptimalkan pemanfaatan lahan tidur guna memperluas areal tanam dan meningkatkan produksi pertanian.

Terkait permodalan, Bupati menegaskan perlunya penguatan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) melalui pengembangan jenis usaha, termasuk dukungan permodalan dan pemasaran hasil pertanian.

Selain itu, pemerintah daerah juga berencana membentuk Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) untuk membantu menjaga stabilitas harga dan memastikan hasil panen petani terserap dengan baik.

“Saya menginginkan desa dan kota berkembang bersama, dengan ekonomi dan pertanian yang terus tumbuh melalui kolaborasi,” kata Bupati.

Sementara itu, Direktur Yayasan Tananua Flores Bernadus menyampaikan bahwa program yang dikembangkan berfokus pada penguatan pertanian organik dan pelestarian benih lokal.

Ia menjelaskan selama lebih dari tiga dekade, pihaknya mendorong petani untuk mempertahankan benih pangan lokal serta memproduksi pupuk dan pestisida organik secara mandiri.

Program tersebut juga didukung kerja sama dengan Universitas Flores, Dinas Pertanian, Dinas Ketahanan Pangan, serta kelompok tani setempat dalam mengkaji penerapan pupuk organik pada lahan sawah hingga beberapa musim tanam.

Melalui kegiatan ini, diharapkan pertanian organik di Kabupaten Ende semakin berkembang serta mampu meningkatkan kesejahteraan petani secara berkelanjutan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....