Irigasi Belum Permanen Hambat Produktivitas Sawah Waikomo

  • 19 Agt 2026 19:47 WIB
  •  Ende

RRI.CO.ID, Lembata – Kondisi jaringan irigasi menjadi salah satu kendala petani di kawasan persawahan Waikomo, Kabupaten Lembata. Saluran yang belum seluruhnya permanen membuat distribusi air ke areal persawahan belum optimal.

Persoalan tersebut disampaikan petani saat berdialog dengan Bupati Lembata P. Kanisius Tuaq di kawasan persawahan Urumitem Waikomo, Rabu 12 Agustus 2026. Petani berharap pemerintah mempercepat perbaikan jaringan irigasi untuk mendukung produksi sawah.

Salah seorang petani, Oni Lejap, mengatakan saluran irigasi yang belum permanen masih menjadi kendala dalam distribusi debit air. Kondisi tersebut turut memengaruhi pengelolaan lahan dan kebutuhan air tanaman padi.

Saat ini, pembangunan jaringan irigasi parit tersier sepanjang 275 meter sedang dikerjakan secara swakelola oleh kelompok petani. Pembangunan tersebut mendapat dukungan anggaran APBN melalui Dinas Pertanian Kabupaten Lembata sebesar Rp100 juta dan progresnya telah mencapai sekitar 70 persen.

Perbaikan irigasi menjadi penting karena kawasan persawahan Waikomo saat ini memiliki areal yang sedang diolah seluas 38 hektare. Dengan produktivitas sekitar tiga ton gabah per hektare, kawasan tersebut berpotensi menghasilkan hingga 114 ton gabah dalam satu musim panen.

Pemerintah Kabupaten Lembata menargetkan persoalan jaringan irigasi di kawasan persawahan Waikomo dapat dituntaskan secara bertahap hingga 2028. Pendampingan kepada kelompok tani juga terus dilakukan untuk mendukung pengelolaan lahan dan peningkatan produksi.

Selain irigasi, petani juga mengusulkan pengembangan dan perluasan lahan sawah. Ketersediaan infrastruktur air yang memadai diharapkan dapat menjadi dasar untuk meningkatkan produktivitas kawasan tersebut sebagai salah satu sentra pangan Lembata.

Perbaikan irigasi perlu diikuti pemeliharaan jaringan oleh kelompok petani agar manfaatnya dapat bertahan dalam jangka panjang. Pengelolaan air yang lebih baik akan membantu memastikan kebutuhan tanaman terpenuhi sekaligus mengurangi risiko gangguan produksi akibat distribusi air yang tidak merata.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....