Komunitas Jadi Ruang Tumbuh Anak Muda Ende
- 29 Apr 2026 19:37 WIB
- Ende
Poin Utama
- CLBK Pro Dua RRI Ende hadirkan Roni Fredik Manu
- Komunitas fokus pada edukasi lingkungan dan sampah
- Komunitas bantu bentuk karakter dan pola pikir
- Buka peluang karier dan akses beasiswa
- Asah skill kepemimpinan dan public speaking
- Tantangan: minimnya antusiasme dan kesibukan anggota
- Pesan: pilih komunitas sesuai minat dan tujuan
RRI.CO.ID, Kupang - Program CLBK (Cerita Langsung Bersama Komunitas) di Pro Dua RRI Ende, Sabtu, 28 Maret 2026, menghadirkan Roni Fredik Manu, pendiri komunitas Katong dan Bumi Flobamora. CLBK membahas peran komunitas dalam membentuk generasi muda yang aktif dan berdaya.
Perbincangan ini mengupas bagaimana komunitas dapat menjadi wadah pengembangan diri di tengah dinamika kehidupan anak muda. Roni menjelaskan bahwa komunitas Katong dan Bumi Flobamora berfokus pada edukasi lingkungan, khususnya pengelolaan dan pemilahan sampah. Ia menegaskan bahwa kegiatan mereka tidak hanya sebatas aksi bersih-bersih, tetapi lebih pada membangun kesadaran dan perubahan perilaku masyarakat terhadap lingkungan. “Komunitas bukan hanya tempat kumpul, tapi ruang belajar untuk membentuk pola pikir dan karakter anak muda agar lebih peduli terhadap isu-isu di sekitarnya,” ujar Roni dalam siaran tersebut.
Ia menilai komunitas juga menjadi sarana untuk mengikuti perkembangan informasi dan tren yang tidak selalu didapatkan di lingkungan sehari-hari. Lebih lanjut, Roni mengungkapkan bahwa bergabung dalam komunitas membuka peluang besar, baik dalam pendidikan maupun karier. Ia mencontohkan pengalamannya yang mendapatkan kesempatan ke Australia pada tahun 2018 berkat keterlibatannya dalam komunitas. “Pengalaman di komunitas bisa memperkuat CV dan membuka akses ke berbagai peluang, termasuk beasiswa,” katanya.
Selain itu, komunitas juga menjadi ruang untuk mengasah keterampilan, seperti kemampuan berbicara di depan umum hingga kepemimpinan. Anggota diberi kesempatan untuk berperan aktif, baik sebagai pembicara maupun pengelola divisi, sehingga mendorong tumbuhnya rasa percaya diri dan tanggung jawab.
Meski demikian, Roni tidak menampik adanya tantangan dalam menjalankan komunitas, terutama rendahnya antusiasme masyarakat terhadap isu lingkungan serta kesibukan anggota yang kerap menjadi hambatan. Kondisi ini, menurutnya, membutuhkan konsistensi dan komitmen dari seluruh anggota.
Di akhir perbincangan, Roni berpesan kepada anak muda untuk bijak dalam memilih komunitas. “Pilih komunitas sesuai minat, jangan sampai mengganggu kuliah, dan jadikan komunitas sebagai tempat belajar dan bertumbuh, bukan sekadar tempat singgah tanpa progres,” ujarnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....