BPBD Manggarai Barat Tingkatkan Kesiapsiagaan Hadapi Ancaman Banjir dan Longsor

  • 28 Apr 2026 12:39 WIB
  •  Ende

RRI.CO.ID, Manggarai Barat - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT) meningkatkan kesiapsiagaan dalam menghadapi potensi bencana banjir dan tanah longsor akibat cuaca ekstrem yang masih melanda sejumlah wilayah di daerah itu.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Pelaksana BPBD Manggarai Barat, Oktavianus Andi Bona, mengatakan meskipun intensitas hujan di Labuan Bajo mulai menurun dibandingkan bulan sebelumnya, pihaknya tetap melakukan pemantauan intensif, terutama di sejumlah titik rawan genangan yang disebabkan saluran drainase tersumbat sampah.

“Tim BPBD terus melakukan pemantauan dan turun langsung ke lapangan untuk memastikan aliran air tetap lancar serta meminimalisasi risiko genangan di sejumlah ruas jalan dalam kota,” ujar Oktavianus dalam dialog bersama RRI Labuan Bajo, Selasa 28 April 2026.

Dirinya menjelaskan, BPBD juga memperkuat koordinasi lintas sektor melalui grup komunikasi “Siaga Bencana” yang melibatkan pemerintah daerah, TNI, Polri, Basarnas, BMKG, hingga aparat kecamatan dan desa. Langkah ini dilakukan guna mempercepat penyampaian informasi jika terjadi bencana seperti jalan putus, longsor, maupun kondisi darurat lainnya di wilayah pelosok.

“Informasi dari kepala desa, camat, hingga instansi terkait menjadi sangat penting agar respons penanganan bisa dilakukan lebih cepat,” katanya.

Adapun BPBD mencatat sejumlah wilayah di Manggarai Barat memiliki tingkat kerawanan tinggi terhadap berbagai jenis bencana.

Untuk potensi banjir, kawasan yang berada di sekitar aliran sungai besar serta wilayah Weliling menjadi perhatian utama. Sementara daerah pegunungan dan dataran tinggi seperti Kuwus Barat, Kuwus, Macang Pacar, Pacar, dan Welak rawan terhadap longsor serta angin puting beliung.

Selain itu, wilayah pesisir dan kepulauan di Manggarai Barat juga diwaspadai terhadap ancaman abrasi serta gelombang tinggi.

BPBD mengimbau masyarakat yang tinggal di bantaran sungai agar tidak menyeberangi sungai saat hujan deras dan menghindari aktivitas di sekitar daerah aliran sungai yang berpotensi meluap.

Warga yang berada di kawasan perbukitan juga diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap kemungkinan pohon tumbang maupun longsor, terutama saat beraktivitas di kebun atau di luar rumah.

“Keselamatan diri harus menjadi prioritas utama. Jika terjadi bencana, selamatkan diri terlebih dahulu sebelum menolong orang lain agar tidak menambah jumlah korban,” ungkapnya.

BPBD Manggarai Barat juga meminta masyarakat tetap tenang, namun siaga, serta rutin memantau informasi cuaca resmi dari BMKG sebelum melakukan perjalanan atau aktivitas di luar ruangan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....