Fenomena Tiga Gelombang Atmosfer Picu Hujan Berkepanjangan di Labuan Bajo
- 28 Apr 2026 12:16 WIB
- Ende
RRI.CO.ID, Manggarai Barat – Wilayah Manggarai Barat yang secara klimatologis mulai memasuki musim kemarau pada April, hingga kini masih kerap diguyur hujan lebat disertai petir. Kondisi ini dipengaruhi oleh aktivitas tiga gelombang atmosfer yang terjadi bersamaan di wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT).
Kepala Stasiun Meteorologi Komodo, Maria Patricia Seran, menjelaskan bahwa keterlambatan musim kemarau disebabkan oleh dinamika atmosfer yang masih sangat aktif, sehingga pola angin timur sebagai penanda musim kering belum mendominasi wilayah tersebut.
“Secara klimatologis, Kecamatan Komodo seharusnya mulai memasuki musim kemarau pada dasarian pertama April. Namun saat ini kita masih berada pada masa pancaroba yang diperkuat oleh aktifnya tiga gelombang atmosfer secara bersamaan,” ujar Maria, dalam dialog bersama RRI Labuan Bajo, Selasa 28 April 2026.
Adapun tiga fenomena atmosfer yang dimaksud meliputi Gelombang Equatorial Rossby, Madden-Julian Oscillation (MJO), dan Gelombang Kelvin.
Gelombang Equatorial Rossby bergerak ke arah barat dan berkontribusi terhadap peningkatan pertumbuhan awan hujan. Sementara Madden-Julian Oscillation membawa massa udara basah dari Samudera Hindia yang meningkatkan potensi curah hujan. Adapun Gelombang Kelvin bergerak ke arah timur dan dapat memicu cuaca ekstrem dalam waktu singkat.
Kombinasi ketiga gelombang tersebut menyebabkan curah hujan di Manggarai Barat lebih tinggi dibandingkan kondisi normal pada masa peralihan musim.
Meski demikian, BMKG memperkirakan kondisi ini bersifat sementara dan akan berangsur menurun memasuki awal Mei 2026.
“Gelombang-gelombang ini terus bergerak melewati wilayah kita. Pada awal Mei diprediksi intensitasnya mulai menurun, sehingga wilayah Manggarai Barat akan berangsur memasuki musim kemarau yang sebenarnya,” katanya.
Pihaknya pun mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap perubahan cuaca yang dapat terjadi secara cepat selama periode pancaroba, serta rutin memantau informasi cuaca melalui kanal resmi BMKG.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....