Peran Strategis, Penyuluh Pertanian Masih Hadapi Tantangan

  • 27 Apr 2026 09:41 WIB
  •  Ende

RRI.CO.ID, Lembata – Di balik pengukuhan PERHIPTANI Kabupaten Lembata, peran strategis penyuluh pertanian masih dihadapkan pada berbagai tantangan di lapangan. Keterbatasan kapasitas, adaptasi teknologi, hingga kebutuhan peningkatan pendampingan menjadi isu yang terus mengemuka.

Pengukuhan pengurus baru PERHIPTANI periode 2025–2030 diharapkan mampu menjawab tantangan tersebut. Namun, ekspektasi tinggi terhadap penyuluh perlu diimbangi dengan dukungan sistem yang memadai.

Penyuluh pertanian selama ini menjadi ujung tombak dalam menjembatani program pemerintah dengan kebutuhan petani. Peran ini menuntut kemampuan teknis sekaligus pendekatan sosial yang kuat di tengah masyarakat.

Di sisi lain, dinamika perubahan teknologi pertanian menuntut penyuluh untuk terus beradaptasi. Tanpa peningkatan kapasitas, efektivitas pendampingan terhadap petani berpotensi tidak optimal.

“Penyuluh harus mampu menjadi agen perubahan dan menjawab tantangan yang ada di lapangan,” ujar Bupati Lembata, Petrus Kanisius Tuaq.

Selain itu, koordinasi antara pemerintah, penyuluh, dan petani dinilai masih perlu diperkuat. Sinergi yang belum maksimal dapat berdampak pada lambatnya implementasi program pertanian di tingkat akar rumput.

Dengan terbentuknya kepengurusan baru PERHIPTANI, diharapkan ada pembenahan sistem penyuluhan secara menyeluruh. Langkah ini penting agar penyuluh benar-benar mampu menjadi motor penggerak kemajuan sektor pertanian di Kabupaten Lembata.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....