Generasi Muda Ende Diajak Lestarikan Pire Te’u lewat Teknologi
- 06 Jul 2026 14:03 WIB
- Ende
RRI.CO.ID, Ende – Generasi muda di Kabupaten Ende diajak mengambil peran aktif dalam melestarikan tradisi adat Pire Te’u melalui pemanfaatan teknologi dan digitalisasi pertanian. Upaya tersebut dinilai penting agar warisan budaya lokal tetap bertahan di tengah perkembangan era digital yang semakin pesat.
Ajakan itu disampaikan Koordinator Balai Penyuluhan Pertanian Kecamatan Ndona, Jamaluddin Said, S.P., dalam dialog Program Suara Nusantara RRI Ende 27 Juni 2026 yang berlangsung di Desa Manulondo, Kecamatan Ndona. Dialog tersebut membahas keterkaitan budaya lokal dengan ketahanan pangan dan peran generasi muda dalam menjaga keberlanjutannya.
Menurut Jamaluddin, generasi milenial memiliki posisi strategis dalam menjaga keberlanjutan sektor pertanian sekaligus melestarikan budaya daerah. Anak muda dinilai memiliki kemampuan memanfaatkan teknologi digital untuk memperkenalkan nilai-nilai adat kepada masyarakat yang lebih luas.
Ia mengatakan, media sosial dan platform digital dapat menjadi sarana edukasi yang efektif untuk mengenalkan tradisi Pire Te’u kepada generasi muda maupun masyarakat luar daerah. Dengan cara tersebut, budaya lokal tidak hanya bertahan, tetapi juga dapat berkembang mengikuti zaman.
“Generasi muda harus menjadi bagian penting dalam menyebarkan informasi tentang Pire Te’u sebagai warisan leluhur yang mendukung ketahanan pangan,” ujarnya.
Jamaluddin menjelaskan, tradisi Pire Te’u selama ini terbukti membantu masyarakat dalam menekan penyebaran hama pertanian, khususnya tikus, melalui pendekatan adat dan semangat kebersamaan masyarakat. Tradisi tersebut juga menjadi bentuk penghormatan terhadap alam dan keseimbangan lingkungan.
Namun di sisi lain, perkembangan teknologi dan media sosial juga menjadi tantangan tersendiri karena banyak generasi muda mulai menjauh dari tradisi lokal. Kondisi itu dinilai perlu mendapat perhatian agar budaya daerah tidak perlahan hilang akibat kurangnya regenerasi.
Karena itu, ia berharap kaum muda tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi juga mampu memanfaatkannya untuk menjaga budaya dan mendukung pembangunan pertanian berbasis kearifan lokal.
“Jangan sampai generasi muda terlena dengan perkembangan digital tanpa memahami warisan budaya yang dimiliki,” katanya.
Selain itu, Jamaluddin menilai generasi muda perlu diberikan ruang dalam pengambilan keputusan di lingkungan masyarakat adat. Keterlibatan tersebut penting agar mereka merasa memiliki tanggung jawab terhadap keberlanjutan budaya dan pertanian daerah.
Melalui kolaborasi antara teknologi dan kearifan lokal, ia optimistis tradisi Pire Te’u tetap dapat diwariskan kepada generasi berikutnya sekaligus memperkuat ketahanan pangan masyarakat di Kabupaten Ende.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....