Lurah Watu Manggarai Bantah Minyak Goreng Bantuan Pangan Kedaluwarsa

  • 25 Apr 2026 19:21 WIB
  •  Ende

RRI.CO.ID, Manggarai — Lurah Watu, Kecamatan Langke Rembong, Kabupaten Manggarai, Elsa Dangkut, membantah adanya minyak goreng kedaluwarsa dalam bantuan pangan yang disalurkan kepada masyarakat penerima manfaat di Kelurahan Watu melalui Bulog Cabang Ruteng, pada Rabu, 22 April 2026.

Klarifikasi tersebut disampaikan Elsa kepada RRI menyusul laporan warga terkait kualitas bantuan yang diterima oleh Keluarga Penerima Manfaat (KPM), khususnya dugaan beras rusak dan minyak goreng yang disebut telah melewati masa kedaluwarsa.

"Memang benar ada laporan warga bahwa beras yang diterima dalam kondisi rusak(kuning) dan minyak goreng sudah expired," ujarnya via pesan WhatsApp.

Menindaklanjuti laporan tersebut, pihak kelurahan bersama Bulog langsung turun ke lapangan untuk melakukan pengecekan pada hari yang sama. Dari hasil pemeriksaan, ditemukan bahwa sebagian beras mengalami penurunan kualitas yang ditandai dengan perubahan warna menjadi kekuningan.

“Hari ini kami dari Kelurahan bersama pihak Bulog mendatangi warga tersebut untuk mencek beras dan minyak goreng tersebut," kata Elsa.

Elsa menambahkan, sejauh ini baru satu warga yang melaporkan secara langsung dan beras yang rusak tersebut telah diganti oleh pihak Bulog.

"Tadi yg melapor baru 1 orang kaka," ungkapnya.

Namun, Elsa menegaskan minyak goreng yang dibagikan masih dalam kondisi baik dan belum kedaluwarsa. Menurutnya, kesalahpahaman terjadi karena tulisan pada kemasan yang tampak samar, sehingga disangka sebagai tanggal kedaluwarsa, padahal merupakan kode produksi.

“Setelah kami cek benar bahwa berasnya sudah kuning.Sedangkan minyak goreng masih dalam keadaan baik/belum expire. Warga mengira expired karena tulisan Expired Date sudah samar, yang dikira expire date itu sebenarnya adalah kode produksi," ucapnya.

Sementara itu, Kepala Perum BULOG Cabang Ruteng, Raymond Wuri, melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke sejumlah titik distribusi, salah satunya di Kelurahan Watu, Kecamatan Langke Rembong, Kabupaten Manggarai, Jumat, 24 April 2026.

Raymond menegaskan BULOG menerapkan sistem pengawasan berlapis dalam setiap proses penyaluran bantuan. Ia memastikan seluruh komoditas yang disalurkan telah melalui uji kualitas internal sesuai dengan ketentuan dan regulasi yang berlaku.

Ia menjelaskan, proses pemeriksaan kualitas dan kuantitas bantuan pangan tersebut telah dilakukan sejak 10 April 2026, serta disaksikan langsung oleh Pemerintah Kabupaten Manggarai, termasuk Bupati Manggarai.

“Untuk bantuan pangan ini, kami terbuka kepada semua pihak. Seluruh proses, mulai dari pemeriksaan kualitas hingga distribusi, dilakukan secara ketat dan disaksikan langsung oleh pemerintah daerah, dalam hal ini Bupati Manggarai,” kata Raymond.

Meski demikian, Raymond mengakui kemungkinan adanya temuan barang yang mengalami penurunan kualitas di tingkat lapangan. Karena itu, pihak BULOG membuka ruang pengaduan bagi masyarakat selama proses penyaluran berlangsung. “Apabila dalam penyaluran ditemukan barang yang kurang baik, masyarakat dapat segera menyampaikan kepada petugas lapangan dari BULOG yang turut hadir saat distribusi, sehingga bisa langsung ditindaklanjuti dan diganti,” ujarnya.

Ia juga menegaskan BULOG berkomitmen menjalankan proses distribusi bantuan pangan secara transparan dan akuntabel, serta menolak segala bentuk tudingan manipulasi dalam penyaluran bantuan tersebut.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....