Manggarai Siapkan 1.100 Hektare untuk Pengembangan dan Rehabilitasi Kopi

  • 16 Apr 2026 18:18 WIB
  •  Ende

RRI.CO.ID, Manggarai – Pemerintah Kabupaten Manggarai mulai mengambil langkah strategis untuk memperkuat pengembangan kawasan kopi sebagai komoditas unggulan daerah, sekaligus merehabilitasi tanaman kopi guna meningkatkan produktivitas dan kualitas hasil perkebunan masyarakat.

Langkah tersebut dibahas dalam rapat tindak lanjut pengembangan kawasan kopi dan rehabilitasi tanaman kopi di Aula Badan Perencanaan Pembangunan, Riset, dan Inovasi Daerah (Bapperida) Kabupaten Manggarai, Kamis 16 April 2026.

Rapat dipimpin Penjabat Sekretaris Daerah Kabupaten Manggarai, Lambertus Paput, didampingi Kepala Bapperida, Livinus Vitalis Liven Turuk, serta Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan, Ferdy Ampur. Hadir pula Asisten Perekonomian dan Pembangunan, pimpinan OPD terkait, serta para camat, lurah, dan kepala desa yang telah memiliki Calon Petani dan Calon Lahan (CPCL).

Dalam arahannya, Lambertus Paput menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor, mulai dari tahap perencanaan hingga pendampingan petani, dengan berbasis data dan kebutuhan riil di lapangan. Sementara itu, Livinus Liven Turuk menegaskan bahwa pengembangan kopi tidak hanya berfokus pada produksi, tetapi juga mencakup hilirisasi, pemasaran, dan penguatan kelembagaan petani.

Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan, Ferdy Ampur, menambahkan bahwa keberhasilan program sangat ditentukan kesiapan teknis dan keterlibatan petani. “Pendampingan intensif dari penetapan CPCL hingga pemeliharaan menjadi kunci agar produktivitas dan kualitas kopi meningkat,” ujarnya.

Tahun ini, Manggarai mendapat alokasi sekitar 1.100 hektare untuk pengembangan dan rehabilitasi kopi. Proses mobilisasi telah dimulai dan pelaksanaan di lapangan dijadwalkan berlangsung pada Mei setelah seluruh persiapan rampung. Pada tahap awal, program difokuskan pada dua kelompok tani dan akan diperluas ke kawasan potensial lainnya.

Pemerintah daerah juga mendorong sinergi program dan pemberdayaan masyarakat, didukung kajian ketinggian wilayah dan potensi lahan oleh tim nasional sebagai dasar penentuan lokasi. Sejumlah kecamatan seperti Rahong Utara, Reok Barat, dan Cibal diusulkan sebagai prioritas karena dinilai memiliki potensi pengembangan yang tinggi.

Meski demikian, keterbatasan anggaran tanpa dukungan APBN maupun APBD menjadi tantangan utama. Karena itu, seluruh pemangku kepentingan diminta tetap mengawal program agar berjalan optimal. Selain itu, kawasan potensial seperti Langke Rembong diharapkan dapat masuk dalam perencanaan ke depan.

Rapat ini diharapkan menjadi langkah konkret dalam mempercepat pengembangan sektor kopi di Kabupaten Manggarai, guna meningkatkan kesejahteraan petani serta daya saing komoditas kopi di tingkat nasional maupun internasional.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....