Dinkes Manggarai Barat Gandeng UNAIR dan GNI dalam Program Cegah Stunting
- 14 Apr 2026 10:44 WIB
- Ende
RRI.CO.ID, Manggarai Barat - PemKab Manggarai Barat melalui Dinas Kesehatan resmi memulai rangkaian program strategis pencegahan stunting dengan menggandeng tim peneliti Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Airlangga (FKM UNAIR) serta mitra pembangunan Gugah Nurani Indonesia (GNI). Langkah awal ditandai dengan rapat koordinasi pelaksanaan survei gizi program SIBERMASPROGSI yang digelar di Ruang Rapat Dinkes Manggarai Barat, Senin, 13 April 2026.
Kegiatan tersebut dihadiri langsung Kepala Dinkes Manggarai Barat Adrianus Ojo, Sekretaris Dinas Tarsisius Cai, jajaran kepala bidang, serta tim peneliti FKM UNAIR yang terdiri dari Dr. Dini R. Andrias, S.KM., M.Sc., Sigit Ari Saputro, Ph.D., dan tenaga ahli lainnya. Kehadiran GNI turut memperkuat kolaborasi lintas sektor dalam percepatan penurunan stunting di wilayah barat Pulau Flores.
Koordinasi awal ini bertujuan menyamakan persepsi sekaligus mematangkan rencana teknis survei lapangan. Survei akan difokuskan pada pengumpulan data dasar terkait kondisi kesehatan masyarakat, khususnya ibu hamil dan anak usia di bawah lima tahun (balita) yang menjadi kelompok paling rentan terhadap stunting.
Berdasarkan hasil kesepakatan, survei gizi akan dilaksanakan di lima desa di Kecamatan Kuwus dan Kuwus Barat, yakni Desa Pangga, Kolang, Golo Lewe, Lewur, dan Cowal. Pemilihan lokasi ini mempertimbangkan kondisi geografis yang menantang serta tingginya kerentanan masalah gizi dan kesehatan ibu-anak di wilayah tersebut.
Kepala Dinkes Manggarai Barat Adrianus Ojo menegaskan bahwa data hasil survei akan menjadi dasar penyusunan intervensi berbasis bukti yang tepat sasaran. Ia juga menekankan pentingnya pendekatan pemberdayaan masyarakat, di mana warga dilibatkan sebagai subjek aktif dalam meningkatkan derajat kesehatan.
“Kami berharap kegiatan survei ini dapat menghasilkan data yang akurat, relevan, dan menggambarkan kondisi riil di lapangan, termasuk faktor-faktor risiko yang mempengaruhi kesehatan ibu dan anak. Data inilah yang nantinya akan menjadi dasar penyusunan kebijakan kesehatan yang lebih efektif dan berbasis bukti,” ujar Kadinkes Adrianus Ojo. Melalui sinergi yang kuat, program ini diharapkan mampu menekan angka stunting secara berkelanjutan di Manggarai Barat.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....