Positif Bajo Dorong Ekonomi Sirkular, Sampah Bisa Jadi Tabungan dan Cicilan Pinjam

  • 11 Apr 2026 22:53 WIB
  •  Ende

RRI.CO.ID, Manggarai Barat - PT Ingram menggandeng Koperasi Serba Usaha (KSU) Komodo menghadirkan program inovatif berbasis ekonomi sirkular bagi masyarakat Labuan Bajo, Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT) dengan skema pembayaran pinjaman modal usaha menggunakan sampah yang telah dipilah.

Program ini ditujukan terutama bagi kelompok perempuan marginal dan penyandang disabilitas agar mereka memiliki akses lebih mudah terhadap pembiayaan usaha, sekaligus berkontribusi dalam pengelolaan lingkungan.

Direktur Utama PT Ingram, Febriyanti, mengatakan kolaborasi tersebut merupakan upaya mendorong agar pertumbuhan sektor pariwisata di Labuan Bajo dapat memberi manfaat ekonomi langsung kepada masyarakat lokal.

“Melalui sistem ini, kami ingin kualitas hidup masyarakat meningkat. Sampah yang sebelumnya dianggap limbah kini memiliki nilai ekonomis, sehingga dapat membantu meringankan beban finansial warga sekaligus menumbuhkan kesadaran memilah sampah dari rumah,” ujarnya.

Dalam skema tersebut, sampah seperti plastik, kertas, logam, dan kaca yang dikumpulkan anggota koperasi akan ditimbang, lalu dikonversi menjadi saldo untuk membayar cicilan pinjaman atau disimpan sebagai tabungan di koperasi.

Program ini merupakan bagian dari inisiatif Positif Bajo (Pilah Olah Sampah secara Inovatif), yang dirancang untuk memberdayakan masyarakat rentan yang selama ini memiliki keterbatasan akses ke lembaga keuangan formal.

Selain mendukung pembiayaan usaha, peserta program juga memperoleh pendampingan dalam pengelolaan sampah organik, termasuk pelatihan budidaya maggot dan pengolahan pakan ternak. Langkah ini diharapkan mampu menciptakan ekosistem ekonomi sirkular, di mana sampah dapat diolah kembali menjadi sumber daya produktif bagi usaha mikro masyarakat.

Febriyanti menegaskan, sinergi antara sektor swasta dan koperasi menjadi kunci penting dalam mewujudkan pembangunan berkelanjutan di destinasi super prioritas Labuan Bajo.

“Harapan kami, masyarakat bisa berdaya di tanah kelahiran mereka sendiri. Jangan sampai investasi besar masuk, tetapi masyarakat lokal hanya menjadi penonton. Melalui koperasi dan pengelolaan sampah ini, kita bangun kemandirian ekonomi mereka,” ucapnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....