Bupati Manggarai Launching Beras Premium “Molas Manggarai”, Dorong Ekonomi Desa

  • 09 Apr 2026 21:34 WIB
  •  Ende

RRI.CO.ID, MANGGARAI – Bupati Manggarai, Herybertus Geradus Laju Nabit, secara resmi meluncurkan produk beras kemasan premium bertajuk “Molas Manggarai” dengan tema “Beras Berkualitas, Desa Berdaya”. Peluncuran tersebut berlangsung di Tado Kembo, Desa Paka, Kecamatan Satarmese, Rabu 8 April 2026.

“Molas Manggarai”, yang dalam bahasa setempat berarti “cantik”, menjadi simbol kualitas beras lokal yang tidak hanya layak konsumsi, tetapi juga memiliki nilai ekonomi tinggi.

Kegiatan ini turut dihadiri Penjabat Sekretaris Daerah Kabupaten Manggarai, jajaran pimpinan OPD, perwakilan BUMN dan BUMD, Camat Satarmese, unsur Forkopimcam, para kepala desa se-Kecamatan Satarmese, Koordinator Program TEKAD Kabupaten Manggarai, serta tokoh masyarakat. Peluncuran produk tersebut disambut antusias oleh masyarakat setempat, sebagai bentuk hadirnya produk unggulan desa berbasis potensi lokal.

Dalam sambutannya, Bupati Manggarai menekankan pentingnya pengelolaan sektor pertanian secara terintegrasi dari hulu hingga hilir guna meningkatkan nilai tambah bagi petani.

“Ini adalah langkah maju. Kita tidak hanya memproduksi, tetapi juga mengolah dan mengemas, sehingga nilai tambah tetap tinggal di daerah,” ujarnya.

Ia juga menyoroti pentingnya inovasi, khususnya dalam pengemasan produk dan penyesuaian dengan kebutuhan pasar. Menurutnya, perubahan dari pola jual konvensional menuju produk bernilai tambah merupakan kemajuan yang harus terus dijaga.

“Dulu kita jual apa adanya, sekarang kita kemas dengan baik. Ini kemajuan yang harus kita pertahankan,” tambahnya.

Sementara itu, Ketua BUMDes Lontoleok yang diwakili Sekretaris, Febriani Putri Ayu Lembo, dalam laporannya menyampaikan bahwa peluncuran ini menjadi tonggak awal transformasi ekonomi desa berbasis inovasi dan kolaborasi.

Ia menjelaskan, “Molas Manggarai” merupakan hasil pengolahan gabah menggunakan teknologi modern, sehingga menghasilkan beras berkualitas tinggi, bersih, dan memiliki daya saing di pasar.

“Produk ini menjadi bukti bahwa desa mampu menghasilkan beras berkualitas yang siap bersaing di pasar modern,” jelasnya.

Koordinator Program TEKAD Kabupaten Manggarai, Largus Ogot, menambahkan bahwa program TEKAD telah berjalan sejak tahun 2021 dan kini menjangkau 77 desa di Kabupaten Manggarai.

Menurutnya, keberhasilan program tersebut merupakan hasil kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan mitra pembangunan dalam mendorong pertumbuhan ekonomi desa berbasis potensi lokal.

“Program TEKAD hadir untuk memperkuat kapasitas desa sekaligus mendorong investasi berbasis potensi lokal,” ujarnya.

Ia juga mengingatkan pentingnya pengelolaan BUMDes secara profesional agar mampu berkembang sebagai entitas bisnis yang berkelanjutan.

Usai peluncuran, Bupati Manggarai meninjau langsung fasilitas pengolahan beras premium serta mencoba mesin produksi yang digunakan oleh BUMDes. Kegiatan ini menjadi wujud komitmen pemerintah daerah dalam mendorong industrialisasi sektor pertanian di tingkat desa.

Kehadiran “Molas Manggarai” diharapkan tidak hanya menjadi produk unggulan daerah, tetapi juga menjadi inspirasi bagi desa-desa lain untuk terus berinovasi dan memperkuat kemandirian ekonomi, sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani di Kabupaten Manggarai.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....