TKA SMP Mulai Diterapkan di Kabupaten Ende
- 08 Apr 2026 16:13 WIB
- Ende
RRI.CO.ID, Ende – Tes Kemampuan Akademik (TKA) untuk jenjang Sekolah Menengah Pertama (SMP) mulai diterapkan sebagai instrumen evaluasi yang lebih komprehensif. Melalui TKA, proses penilaian dirancang lebih terarah, terukur, dan mendorong peningkatan kualitas pembelajaran di sekolah.
Pelaksanaan TKA di Kabupaten Ende berlangsung dalam empat gelombang untuk jenjang SMP. Hal tersebut disampaikan Plt. Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Venantius Minggu, kepada RRI pada Selasa 7 April 2026.
Untuk gelombang pertama, pelaksanaan dimulai pada 6 hingga 7 April 2026 dengan empat sesi setiap harinya. Sesi pertama berlangsung pukul 08.00–09.45 WITA, dilanjutkan sesi kedua pukul 10.00–12.00 WITA.
Sesi ketiga dimulai pukul 12.30–14.15 WITA, dan sesi keempat berlangsung pukul 14.45–16.30 WITA. Pembagian sesi ini dirancang untuk mengakomodasi seluruh peserta secara tertib dan efisien.
Sebelum mengikuti ujian, siswa diberikan waktu 10 menit untuk latihan pengenalan teknologi informasi. Langkah ini bertujuan agar peserta tidak mengalami kesulitan saat mengerjakan TKA berbasis digital.
Ujian diawali dengan mata pelajaran Matematika dan Numerasi dengan durasi 75 menit. Setelah itu, peserta mengikuti survei karakter selama 20 menit sebagai bagian dari penilaian non-akademik.
Pelaksanaan gelombang kedua dijadwalkan pada 8 hingga 9 April 2026 dengan pola waktu yang sama seperti gelombang pertama. Venantius menyebutkan bahwa skema ini diterapkan untuk menjaga konsistensi pelaksanaan.
Pemerintah daerah juga menyiapkan gelombang khusus bagi peserta yang mengalami kendala teknis, terutama gangguan jaringan. Dengan demikian, seluruh siswa kelas IX dipastikan mengikuti TKA tanpa terkecuali.
Jumlah peserta TKA di Kabupaten Ende mencapai 5.096 siswa yang berasal dari 98 sekolah. Rinciannya terdiri atas 2.579 siswa laki-laki dan 2.518 siswa perempuan dari 90 SMP dan 8 MTs.
Venantius menegaskan bahwa TKA berfungsi sebagai alat pemetaan mutu pendidikan di sekolah. Hasilnya akan menjadi dasar bagi pemerintah dalam mengambil kebijakan peningkatan kualitas pendidikan secara menyeluruh.
Ia menambahkan, evaluasi mencakup berbagai aspek seperti capaian siswa, kualitas guru, hingga sarana prasarana. Analisis dari rapor pendidikan tersebut diharapkan mampu mendorong perbaikan sistem pendidikan yang lebih tepat sasaran.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....