Bhayangkari Salurkan Perlengkapan Sekolah Korban Gempa Flores
- 08 Sep 2026 10:36 WIB
- Ende
RRI.CO.ID, Sikka – Kepedulian terhadap anak-anak terdampak gempa bumi Flores terus bergerak di tengah proses pemulihan yang masih berlangsung. Pada Sabtu, 5 September 2026, bantuan sosial dari Ibu Ketua Umum Bhayangkari disalurkan kepada siswa terdampak gempa di wilayah hukum Polres Sikka.
Sebanyak 114 siswa di wilayah hukum Polsek Kewapante dan Polsek Waigete menerima bantuan perlengkapan sekolah. Penyaluran dilakukan jajaran Bhayangkari Cabang Sikka dan Bhayangkari Ranting bersama personel kepolisian di masing-masing wilayah.
Di Mako Polsek Kewapante, Jalan Wairwerut 1 Kewapante, bantuan disalurkan mulai pukul 10.00 Wita kepada 98 siswa SD dan SMP. Para penerima merupakan anak-anak terdampak gempa yang juga berasal dari keluarga kurang mampu.
Dari jumlah tersebut, 68 siswa SD menerima bantuan, dengan 39 anak mendapatkan paket lengkap berupa sepatu, tas dan seragam sekolah, sedangkan 29 lainnya menerima sepatu sekolah. Sementara 30 siswa SMP, terdiri atas 15 laki-laki dan 15 perempuan, masing-masing menerima seragam sekolah.
Kegiatan di Kewapante dipimpin Ketua Bhayangkari Cabang Sikka yang diwakili Ibu Widy Susanto bersama Bhayangkari Cabang Sikka dan Bhayangkari Ranting Kewapante yang dipimpin Ibu Rika Chairil. Kapolsek Kewapante Iptu Chairil Syafar bersama anggota, orang tua dan pendamping siswa turut hadir dalam penyaluran bantuan.
Kepedulian serupa berlanjut di Polsubsektor Nebe, Polsek Waigete, sekitar pukul 11.00 Wita. Sebanyak 16 paket perlengkapan sekolah diserahkan kepada siswa terdampak gempa yang berasal dari wilayah Desa Nebe.
Penyaluran di Nebe dipimpin Ibu Paula Donis bersama Kapolsek Waigete Iptu Muhammadong, Ketua Bhayangkari Ranting Waigete dan Bhayangkari PJU Polres Sikka. Paket bantuan berisi sepatu, tas sekolah, perlengkapan menulis dan baju seragam sekolah.
Personel Polsubsektor Nebe, Kanit Propam Polsek Waigete, Bhabinkamtibmas Bripka Chrisye Renggi serta jajaran Bhayangkari ikut terlibat dalam kegiatan tersebut. Kehadiran mereka memastikan bantuan diterima langsung oleh siswa yang membutuhkan di tengah kondisi pascagempa.
Bagi anak-anak, bantuan perlengkapan sekolah bukan sekadar pengganti kebutuhan yang terdampak bencana, tetapi juga dukungan untuk kembali menjalani aktivitas belajar. Di tengah rumah yang rusak dan kehidupan keluarga yang terganggu, mereka tetap membutuhkan ruang untuk mempertahankan semangat dan menatap masa depan.
Penyaluran bantuan dari Kewapante hingga Nebe menjadi bagian dari perhatian Bhayangkari terhadap keberlangsungan pendidikan anak-anak korban gempa. Kegiatan di Kewapante berakhir pukul 11.30 Wita, sedangkan penyaluran di Nebe selesai pukul 13.30 Wita dalam kondisi aman dan kondusif, dengan pesan bahwa gempa boleh mengguncang Flores, tetapi tidak boleh meruntuhkan harapan anak-anak untuk terus belajar.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....