Terpanggil ke Larantuka, Dua Peziarah Prancis Temukan Magis Semana Santa

  • 08 Apr 2026 09:02 WIB
  •  Ende

RRI.CO.ID, Larantuka – Tradisi Semana Santa di Larantuka, Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur, kembali memikat perhatian peziarah mancanegara. Dua peziarah asal Prancis, Romain dan Ambroise, mengaku terkesan dengan kekayaan tradisi dan suasana religius yang mereka alami selama berada di kota tersebut.

Romain dan Ambroise datang ke Indonesia sebagai peziarah Katolik untuk mengenal lebih dekat kehidupan komunitas Katolik. Mereka memilih Larantuka sebagai tujuan perayaan Paskah karena dikenal sebagai pusat tradisi religius di Indonesia.

Keduanya mengaku, rekomendasi dari banyak orang menjadi alasan utama mereka datang ke Larantuka, khususnya untuk mengikuti rangkaian Semana Santa. "Kunjungan ini juga menjadi pengalaman pertama kami ke Indonesia, bahkan ke Asia," ujarnya Jumat, 3 April 2026.

Romain mengungkapkan kekagumannya terhadap tradisi yang masih terjaga kuat di Larantuka. Ia menyoroti penggunaan lagu-lagu berbahasa Portugis dalam prosesi keagamaan, yang mencerminkan pengaruh sejarah yang masih hidup hingga kini.

Selain itu, Ambroise juga terkesan dengan suasana kota yang sepenuhnya terlibat dalam kegiatan religius. Menurutnya, seluruh aktivitas masyarakat seakan berhenti saat misa berlangsung, menunjukkan kekhusyukan dan partisipasi umat yang tinggi.

Keduanya tiba di Larantuka pada Selasa malam setelah melakukan perjalanan dari Maumere. Setibanya di pelabuhan, mereka dijemput oleh kenalan warga lokal dan diarahkan menuju Gereja Katedral.

Selama berada di Larantuka, mereka menginap di halaman katedral dengan mendirikan tenda. Mereka juga merasakan keramahan warga setempat yang kerap mengundang mereka untuk makan bersama.

Interaksi langsung dengan masyarakat lokal dinilai memberikan pengalaman yang lebih mendalam dalam memahami tradisi Semana Santa. Hal ini sekaligus memperkuat kesan positif mereka terhadap Larantuka sebagai destinasi wisata religi.

Dari seluruh rangkaian kegiatan, misa malam menjadi momen paling berkesan bagi keduanya. Banyaknya umat yang hadir serta suasana kota yang hening dan fokus pada ibadah dinilai sebagai pengalaman yang luar biasa.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....