Gunung Lewotolok Lembata Meletus Dua Kali Semalam

  • 07 Apr 2026 14:40 WIB
  •  Ende
Poin Utama
  • 1. Terjadi dua kali erupsi pada Senin, 6 April 2026, pukul 16.53 WITA dan 19.36 WITA.
  • 2. Tinggi kolom abu ±200 meter di atas puncak, berwarna kelabu dengan arah sebaran ke barat laut.
  • 3. Status gunung Level II (Waspada) dengan aktivitas vulkanik masih fluktuatif.
  • 4. Tercatat aktivitas kegempaan tinggi, meliputi 62 gempa erupsi, 112 gempa hembusan, serta gempa guguran dan tektonik lokal.
  • 5. Masyarakat dilarang beraktivitas dalam radius 2 km serta diimbau menggunakan masker dan waspada terhadap potensi guguran lava dan awan panas.

RRI.CO.ID, Lembata - Gunung Ili Lewotolok di Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur, dilaporkan mengalami dua kali erupsi pada Senin 6 April 2026 malam. Saat ini, aktivitas gunung api tersebut berada pada Status Level II (Waspada).

Letusan pertama terjadi pada pukul 16.53 WITA dengan tinggi kolom abu teramati sekitar 200 meter di atas puncak atau sekitar 1.623 meter di atas permukaan laut. Kolom abu berwarna kelabu dengan intensitas sedang hingga tebal mengarah ke barat laut. Erupsi ini terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 5,6 mm dan durasi 40 detik.

Selanjutnya, erupsi kedua terjadi pada pukul 19.36 WITA dengan karakteristik serupa. Kolom abu teramati setinggi kurang lebih 200 meter di atas puncak dengan warna kelabu dan intensitas sedang hingga tebal ke arah barat laut. Letusan ini terekam dengan amplitudo maksimum 38,9 mm dan durasi 35 detik.

Petugas Pos Pengamatan Gunung Api Ili Lewotolok, Stanislaus Ara Kian, menyebutkan aktivitas vulkanik masih fluktuatif. Secara visual, gunung terlihat jelas hingga tertutup kabut tipis.

Asap kawah utama terpantau berwarna putih dengan intensitas tipis hingga sedang, setinggi 10–50 meter dari puncak. Kondisi cuaca di sekitar gunung bervariasi, mulai dari cerah hingga hujan dengan arah angin lemah ke barat dan barat laut.

Berdasarkan data kegempaan, tercatat 62 kali gempa letusan dengan amplitudo 5,6–38,9 mm dan durasi 27–49 detik. Selain itu, terdapat satu kali gempa guguran, 112 kali gempa hembusan, serta satu kali gempa tektonik lokal.

Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) mengeluarkan sejumlah rekomendasi kepada masyarakat. Warga dan pengunjung diminta tidak beraktivitas dalam radius dua kilometer dari pusat aktivitas gunung. Masyarakat juga diimbau mewaspadai potensi bahaya guguran lava dan awan panas di sektor selatan, tenggara, barat, dan timur laut.

“Masyarakat di sekitar Gunung Ili Lewotolok maupun pengunjung atau wisatawan agar tidak memasuki dan tidak melakukan aktivitas dalam radius dua kilometer dari pusat aktivitas gunung.” ucapnya.

Selain itu, warga diminta menggunakan masker serta melindungi mata dan kulit dari paparan abu vulkanik, serta menutup sumber air bersih. Pemerintah daerah bersama masyarakat diminta terus berkoordinasi dengan Pos Pengamatan di Desa Laranwutun, Kecamatan Ile Ape, maupun PVMBG untuk memperoleh informasi terbaru terkait aktivitas Gunung Ili Lewotolok.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....