Akademisi Soroti Minimnya Keterlibatan dalam Program Pemerintah Daerah
- 06 Apr 2026 17:45 WIB
- Ende
RRI.CO.ID, Ende – Keterlibatan kalangan akademisi dalam berbagai program pemerintah daerah dinilai masih minim. Hal ini mencuat dari pernyataan Kepala Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Flores, Dr. Yustina MSW Puu SPMP, di Kabupaten Ende.
Menurut Dr. Yustina, siapa yang terlibat dalam kegiatan pemerintah seharusnya tidak hanya terbatas pada unsur birokrasi. Ia menegaskan bahwa kapan pun agenda pembangunan disusun, akademisi perlu dihadirkan sebagai mitra strategis.
Ia menyampaikan hal tersebut saat menghadiri Musrenbang RKPD 2027 yang diselenggarakan pemerintah daerah. Dalam forum itu, pihak universitas merasa dihargai karena turut diundang dan dilibatkan secara langsung.
Namun demikian, di mana pelaksanaan program pemerintah berlangsung, khususnya di wilayah Ende Tengah, keterlibatan akademisi dinilai belum optimal. Padahal, Universitas Flores secara geografis berada di wilayah tersebut dan memiliki kedekatan dengan dinamika masyarakat setempat.
Dr. Yustina menjelaskan bahwa mengapa peran akademisi penting tidak terlepas dari kapasitas sumber daya manusia yang dimiliki perguruan tinggi. Selain itu, bagaimana solusi terhadap persoalan daerah dapat dirumuskan secara ilmiah menjadi kontribusi nyata yang bisa diberikan.
Ia menilai masih banyak persoalan kompleks dalam tata kelola pemerintahan yang membutuhkan pendekatan berbasis kajian ilmiah. Persoalan-persoalan tersebut, menurutnya, tidak cukup diselesaikan hanya dengan pendekatan administratif.
Lebih lanjut, ia menyebut bahwa akademisi memiliki berbagai program strategis yang berasal dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi. Program-program tersebut dapat dikolaborasikan untuk mendukung pembangunan daerah secara berkelanjutan.
Dalam pandangannya, siapa pun pemangku kepentingan di daerah perlu membuka ruang kolaborasi yang lebih luas. Hal ini penting agar inovasi dan gagasan dari dunia akademik dapat terintegrasi dalam kebijakan publik.
Ia berharap ke depan pemerintah daerah lebih proaktif melibatkan perguruan tinggi dalam setiap tahapan perencanaan dan pelaksanaan program. Dengan demikian, hasil pembangunan tidak hanya bersifat administratif, tetapi juga berbasis riset dan kebutuhan riil masyarakat.
Kapan kolaborasi ini dapat diwujudkan secara maksimal, menurutnya bergantung pada komitmen kedua belah pihak. Ia menegaskan bahwa sinergi antara pemerintah dan akademisi menjadi kunci dalam menjawab tantangan pembangunan di Kabupaten Ende.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....