Paskah Tegaskan Kebangkitan Kristus Bukan Sekadar Tradisi

  • 05 Apr 2026 17:19 WIB
  •  Ende

RRI.CO.ID, Ende – Perayaan Paskah tidak lagi dimaknai sebagai rutinitas tahunan, melainkan sebagai proklamasi iman atas kebangkitan Yesus Kristus. Pesan itu mengemuka dalam misa malam Paskah yang berlangsung khidmat di Kapela Stasi Santo Sebastian Martir Nanganesa.

Misa yang digelar pada Sabtu, 4 April 2026 malam tersebut dihadiri ribuan umat Katolik dari berbagai wilayah. Suasana penuh haru dan reflektif menyelimuti jalannya perayaan yang dipimpin Rd Ambrosius Nanga.

Dalam kotbahnya, Rd Ambrosius menegaskan bahwa Paskah adalah peristiwa iman yang hidup dan nyata. Ia menyebut kebangkitan Kristus sebagai bukti kemenangan atas maut yang tidak dapat dibatasi oleh logika manusia.

Menurutnya, tanggapan umat terhadap kebangkitan Kristus memang beragam sejak awal peristiwa itu terjadi. Ada yang langsung percaya, namun tidak sedikit pula yang meragukan sebelum akhirnya menerima kebenaran tersebut.

Ia menjelaskan bahwa keterbatasan akal budi manusia sering kali tidak mampu menjangkau misteri ilahi. Kebangkitan Kristus, kata dia, merupakan salah satu peristiwa yang melampaui nalar, namun dapat dipahami melalui iman.

Dalam kisah Injil, para perempuan yang datang ke kubur menemukan batu telah terguling dan kain kafan tidak lagi pada tempatnya. Perubahan itu menjadi tanda adanya intervensi ilahi yang mengawali kesaksian tentang kebangkitan.

Reaksi para murid dan rasul pun berbeda-beda saat mendengar kabar tersebut. Ada yang bergegas menuju kubur dan langsung percaya, sementara yang lain membutuhkan waktu untuk memahami peristiwa itu.

Namun pada akhirnya, seluruh murid menerima kenyataan bahwa Kristus telah bangkit. Peristiwa itu kemudian menjadi dasar kuat bagi pertumbuhan iman umat Kristiani sepanjang sejarah.

Rd Ambrosius menambahkan bahwa kebangkitan Kristus membawa harapan baru bagi kehidupan manusia. Ia mengajak umat untuk menjadikan iman sebagai penuntun dalam menghadapi berbagai tantangan hidup.

Ia juga menekankan bahwa panggilan kemuridan menuntut kesetiaan dalam memikul salib kehidupan. Dengan berjalan bersama Kristus, umat diyakini akan sampai pada kehidupan baru yang dijanjikan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....