Gelombang Tinggi Ancam Perairan NTT, Nelayan Waspada

  • 04 Apr 2026 13:46 WIB
  •  Ende

RRI.CO.ID, Ende – Gelombang laut setinggi 1,25 hingga 2,5 meter berpotensi terjadi di sejumlah perairan Nusa Tenggara Timur pada Sabtu, 4 April 2026. Kondisi ini perlu diwaspadai karena berisiko terhadap aktivitas pelayaran, terutama perahu nelayan dan kapal tongkang.

Prakirawan BMKG Maritim Tenau Kupang, Prigan Jundan Wisanggeni, menyampaikan bahwa wilayah terdampak meliputi Selat Sumba bagian barat, Laut Sawu, serta perairan selatan Pulau Sumba. Selain itu, perairan utara dan selatan Pulau Sabu Raijua juga masuk dalam kategori rawan gelombang tinggi.

Ia menjelaskan bahwa kondisi cuaca di wilayah perairan NTT umumnya cerah berawan hingga berpotensi hujan sedang. Sementara itu, angin bertiup dari arah barat laut hingga timur laut dengan kecepatan berkisar antara 8 hingga 40 kilometer per jam.

“Waspadai potensi gelombang tinggi di sejumlah perairan karena dapat membahayakan keselamatan pelayaran, khususnya bagi nelayan dan kapal berukuran kecil,” ujar Prigan, Sabtu, 4 April 2026.

Menurutnya, tinggi gelombang tersebut berpotensi mengganggu aktivitas nelayan tradisional yang menggunakan perahu kecil. Risiko juga dapat terjadi pada kapal tongkang yang melintas di perairan terbuka dengan intensitas angin yang cukup kuat.

BMKG mengimbau masyarakat pesisir agar selalu memperbarui informasi cuaca maritim sebelum melakukan aktivitas di laut. Langkah antisipatif dinilai penting untuk meminimalkan risiko kecelakaan akibat perubahan kondisi cuaca yang cepat.

“Apabila kondisi cuaca tidak memungkinkan, seperti angin kencang dan gelombang tinggi, masyarakat diimbau menunda aktivitas melaut demi keselamatan,” kata Prigan. Informasi prakiraan cuaca maritim ini berlaku mulai pukul 08.00 WITA, Sabtu, 4 April 2026 hingga Minggu, 5 April 2026 pukul 08.00 WITA.BMKG berharap informasi ini dapat menjadi acuan bagi masyarakat dalam merencanakan aktivitas secara aman di wilayah perairan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....