Gelombang Hingga 3,5 Meter Ancam Perairan NTT

  • 14 Agt 2026 13:12 WIB
  •  Ende

RRI.CO.ID, Ende – Nelayan dan pengguna jasa transportasi laut di Nusa Tenggara Timur diminta mewaspadai gelombang tinggi di sejumlah wilayah perairan NTT, Jumat, 14 Agustus 2026. Peringatan BMKG tersebut berlaku mulai Jumat, 14 Agustus 2026 pukul 08.00 WITA hingga Sabtu, 15 Agustus 2026 pukul 08.00 WITA.

BMKG memprakirakan gelombang setinggi 1,25 hingga 2,5 meter terjadi di sejumlah wilayah perairan NTT. Wilayah tersebut meliputi Selat Sape bagian selatan, Selat Alor, perairan selatan Flores, Laut Sawu, perairan selatan Sumba, perairan Sabu Raijua, perairan utara Kupang-Rote, Selat Pukuafu, perairan selatan Timor-Rote, dan perairan Taman Nasional Komodo, ungkap Prakirawan BMKG Maritim Tenau Kupang, Prigan Jundan Wisanggeni dalam siaran info Cuaca.

Gelombang dengan ketinggian tersebut berpotensi membahayakan aktivitas pelayaran, terutama perahu nelayan dan kapal tongkang. Karena itu, pelaku aktivitas laut perlu memperhatikan kondisi gelombang sebelum berangkat melaut maupun melakukan perjalanan.

Sementara itu, gelombang lebih tinggi dengan ketinggian 2,5 hingga 3,5 meter berpotensi terjadi di Selat Sumba bagian barat. Kondisi ini berisiko tinggi terhadap perahu nelayan, kapal tongkang, dan kapal feri yang melintas di wilayah tersebut.

“Waspadai gelombang laut dengan ketinggian 2,5 hingga 3,5 meter di Selat Sumba bagian barat yang dapat berisiko tinggi terhadap perahu nelayan, kapal tongkang, dan kapal feri,” ungkapnya.

Untuk kondisi cuaca, wilayah perairan NTT umumnya diprakirakan cerah hingga berawan. Angin bertiup dari arah timur hingga tenggara dengan kecepatan 11 hingga 46 kilometer per jam.

BMKG mengimbau masyarakat untuk terus memantau informasi prakiraan cuaca maritim sebelum melakukan aktivitas di laut. “Apabila keadaan cuaca pada saat akan melaut dirasa kurang bersahabat, seperti angin kencang disertai gelombang laut yang tinggi, diharapkan masyarakat maupun nelayan agar tidak melaut,” ujarnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....