Misa Kamis Putih Tekankan Kasih dan Pelayanan Umat
- 03 Apr 2026 10:26 WIB
- Ende
RRI.CO.ID, Ende – Misa malam Kamis Putih atau Misa Perjamuan Tuhan menjadi pembuka rangkaian Tri Hari Suci bagi umat Katolik. Perayaan ini mengenang perjamuan terakhir Yesus bersama para murid sebelum peristiwa penyaliban.
Ribuan umat Katolik memadati Kapela Stasi Santo Sebastian Martir Nanganesa pada Kamis 2 April 2026 malam. Perayaan berlangsung khidmat dan dipimpin oleh Pastor Paroki Ndona, Romo Ambrosius Nanga.
Dalam homilinya, Romo Ambrosius menegaskan bahwa perjamuan terakhir Yesus bukanlah perjamuan kesedihan. Ia menyebut momen tersebut sebagai perjamuan penuh keakraban, persaudaraan, dan makna mendalam.
Menurutnya, perjamuan terakhir menjadi simbol penyerahan total Yesus bagi keselamatan umat manusia. Tubuh dan darah-Nya diberikan sebagai tanda kasih yang sempurna bagi para murid dan seluruh umat beriman.
“Istilah Ekaristi Kudus adalah kenangan korban salib Kristus, pemberian diri Yesus yang sehabis-habisnya,” ujarnya. Ia menambahkan, makna itu dilambangkan melalui upacara pembasuhan kaki dalam misa Kamis Putih.
Romo Ambrosius juga mengajak umat meneladani pengorbanan tersebut melalui tindakan nyata dalam kehidupan sehari-hari. Pelayanan yang dilandasi kasih, kata dia, menjadi sumber kekuatan yang terus diperbarui dalam perayaan Ekaristi.
Ia mengingatkan umat untuk merefleksikan sejauh mana kasih itu hadir dalam diri masing-masing. Kasih, menurutnya, harus menjadi jiwa bagi setiap orang yang mengaku sebagai pengikut Kristus.
Lebih lanjut, ia menuturkan bahwa perjamuan malam terakhir merupakan momen yang penuh sukacita. Dalam suasana itu, terdapat harapan akan keakraban yang tidak lekas berlalu.
Ritual pembasuhan kaki menjadi bagian penting dalam perayaan tersebut. Tindakan itu melambangkan kerendahan hati Yesus yang mengambil peran sebagai pelayan bagi para murid-Nya.
Menurut Romo Ambrosius, tindakan membasuh kaki pada masa itu lazim dilakukan oleh seorang hamba. Namun, Yesus justru memilih jalan tersebut sebagai bentuk solidaritas, persaudaraan, dan kesetiakawanan.
Ia menegaskan bahwa kebesaran dalam iman Kristiani tidak terletak pada kekuasaan atau jabatan. Sebaliknya, kebesaran sejati tercermin dalam kerelaan untuk melayani sesama tanpa pamri
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....