Hari Anak Nasional, Kemenag Flores Timur Gelar Pembinaan Iman bagi Anak Difabel

  • 24 Jul 2026 16:08 WIB
  •  Ende

RRI.CO.ID, Larantuka – Kantor Kementerian Agama Kabupaten Flores Timur menggelar pembinaan iman bagi anak-anak di Panti Difabel PIC Damian, Paroki Weri, Kamis 23 Juli 2026. Kegiatan dalam rangka Hari Anak Nasional ini menjadi bagian dari upaya menghadirkan pelayanan keagamaan yang inklusif bagi anak berkebutuhan khusus.

Pembinaan dipandu Penyuluh Agama Katolik Susan Niren Kelen dan Rosalia Melani dengan mengangkat tema "Aku Berharga dan Dikasihi Yesus" yang merujuk pada Injil Lukas 18:16. Tema tersebut dipilih untuk menanamkan pemahaman bahwa setiap anak memiliki martabat yang sama di hadapan Tuhan.

Melalui kegiatan tersebut, anak-anak diajak menyadari bahwa mereka berhak memperoleh kasih, perhatian, dan pendampingan tanpa diskriminasi. Nilai-nilai itu diharapkan menjadi bekal bagi mereka untuk tumbuh dengan rasa percaya diri dan saling menghargai.

Proses pembinaan dikemas secara interaktif melalui animasi, yel-yel, doa bersama, serta cerita Kitab Suci tentang Yesus yang menyambut anak-anak. Pendekatan itu menciptakan suasana belajar yang menyenangkan sehingga peserta mengikuti setiap sesi dengan antusias.

Selain pendalaman iman, peserta juga mengikuti kegiatan mewarnai sebagai media pembelajaran. Aktivitas tersebut tidak hanya memperkenalkan nilai-nilai keagamaan, tetapi juga membantu mengasah kreativitas dan kemampuan motorik anak-anak.

Pada sesi Galeri Kasih, setiap anak diberi kesempatan menunjukkan hasil karya mereka di hadapan teman-teman. Momen ini menjadi ruang untuk membangun rasa percaya diri sekaligus memberikan apresiasi terhadap kemampuan masing-masing anak.

Kementerian Agama Kabupaten Flores Timur menilai pembinaan iman perlu dilakukan melalui pendekatan yang ramah anak dan disesuaikan dengan kebutuhan peserta didik. Cara tersebut dinilai lebih efektif dalam menanamkan nilai kasih, kepedulian, serta penghargaan terhadap sesama sejak usia dini.

Melalui kegiatan ini, Kemenag Flores Timur menegaskan komitmennya menghadirkan pelayanan keagamaan yang inklusif dan ramah anak. Pendampingan tersebut diharapkan mampu memperkuat iman, membentuk karakter, serta menumbuhkan penghormatan terhadap martabat anak-anak berkebutuhan khusus.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....