Gubernur NTT Dorong Hilirisasi dan Kolaborasi Tingkatkan Produksi Jagung

  • 02 Apr 2026 10:04 WIB
  •  Ende

RRI.CO.ID, Ende - Gubernur NTT, Emanuel Melkiades Laka Lena, menegaskan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam mendorong peningkatan produksi pertanian, khususnya komoditas jagung sebagai pilar ketahanan pangan daerah. Hal ini disampaikannya saat menghadiri panen simbolis pilot project jagung dalam ekosistem gotong royong Tani Optima Group di Kelurahan Naibonat, Kecamatan Kupang Timur, Kabupaten Kupang, Rabu, 1 April 2026.

Kegiatan bertema “Menuju NTT Lumbung Jagung Nasional” ini merupakan bagian dari upaya mendukung program swasembada jagung sekaligus bentuk apresiasi atas keberhasilan pilot project yang melibatkan sinergi antara petani, pemerintah, dan sektor swasta. Sejumlah pihak turut hadir, termasuk jajaran Polda NTT, Bank NTT, Perum Bulog, serta dinas terkait di tingkat provinsi dan kabupaten.

Direktur Tani Optima Group, Ferdy Purnama, menjelaskan bahwa program ini telah berjalan selama 5–6 bulan di lima wilayah di NTT. Dengan penerapan teknologi berbasis sistem kontrol terintegrasi, produktivitas jagung meningkat signifikan dari sebelumnya 1,5–2 ton per hektare menjadi 5–6 ton per hektare.

“Dari sisi hasil, terjadi peningkatan signifikan. Setelah penerapan ekosistem, produktivitas meningkat menjadi 5-6 ton per hektare,” katanya.

Menanggapi capaian tersebut, Gubernur Melki mengaku optimistis dan mendorong agar pola gotong royong ini terus dikembangkan serta direplikasi di wilayah lain. Ia juga menekankan pentingnya hilirisasi produk jagung agar memberikan nilai tambah ekonomi, termasuk melalui dukungan pembiayaan seperti Kredit Usaha Rakyat (KUR) dari Bank NTT.

“Kalau kita kerja gotong royong seperti ini, hasilnya pasti lebih baik. Sinergi semua pihak akan menghasilkan peningkatan yang berlipat dan ini harus menjadi pola kerja ke depan,” ujar Gubernur.

Sementara itu, salah satu petani, Ornolus Kila Sadukh, mengaku merasakan langsung manfaat program tersebut. Selain peningkatan hasil panen, pendapatan petani juga meningkat hingga sekitar Rp4 juta per bulan.

Kegiatan ini ditutup dengan penandatanganan MoU antara Tani Optima Group dan Bank NTT serta penyerahan hasil panen kepada kelompok tani sebagai simbol keberhasilan program.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....