Tahun Kedua Silentium Magnum, Labuan Bajo Usung Pariwisata Spiritual Berkelanjut
- 01 Apr 2026 20:44 WIB
- Ende
RRI.CO.ID, Manggarai Barat - Badan Pelaksana Otorita Labuan Bajo Flores (BPOLBF) mendukung pelaksanaan kembali program Silentium Magnum atau “Jumat Hening” di Labuan Bajo pada perayaan Jumat Agung 2026. Program ini memasuki tahun kedua setelah sebelumnya mendapat respons positif dari masyarakat dan pemangku kepentingan.
Pelaksanaan Silentium Magnum dijadwalkan berlangsung pada 3 April 2026, bertepatan dengan rangkaian Tri Hari Suci Paskah. Kegiatan ini dilakukan melalui pembatasan aktivitas masyarakat dalam kurun waktu tertentu guna menciptakan suasana hening dan reflektif.
Selain mendukung kekhusyukan ibadah, program ini juga bertujuan meningkatkan kesadaran kolektif dalam menjaga lingkungan, khususnya melalui pengurangan penggunaan kendaraan dan kebisingan.
Bupati Manggarai Barat, Edistasius Endi, menyampaikan, Silentium Magnum merupakan upaya bersama untuk menghadirkan keheningan total sebagai bentuk kepedulian terhadap lingkungan dan masa depan daerah.
“Tidak semata-mata ini soal urusan keagamaan, tetapi kita ingin mewujudkan bahwa alam juga perlu beristirahat dari berbagai aktivitas, termasuk penggunaan kendaraan dan kebisingan,” ujarnya dalam rapat persiapan, Senin, 16 Maret 2026.
Sementara itu, Pelaksana Tugas Direktur Utama BPOLBF, Andhy MT Marpaung mengatakan, bahwa Silentium Magnum menjadi bentuk integrasi nilai spiritual, budaya, dan prinsip keberlanjutan dalam pengembangan pariwisata di Labuan Bajo.
“Silentium Magnum bukan sekadar momentum keagamaan, tetapi juga refleksi bersama tentang bagaimana kita memaknai perjalanan—baik sebagai individu maupun sebagai destinasi. Keheningan ini menjadi ruang untuk menghormati alam, budaya, dan kehidupan masyarakat lokal,” kata Andhy dalam keterangannya, Rabu 1 April 2026.
BPOLBF menilai keberlanjutan program ini perlu diperkuat melalui kolaborasi lintas sektor, melibatkan pemerintah daerah, tokoh agama, pelaku pariwisata, serta masyarakat. Pelaksanaan tahun kedua ini diharapkan menjadi fondasi untuk menjadikan Silentium Magnum sebagai gerakan kolektif yang berkelanjutan di Labuan Bajo dan Pulau Flores.
Sebagai Destinasi Pariwisata Prioritas Nasional, Labuan Bajo terus diarahkan tidak hanya pada keindahan alam, tetapi juga pada pengalaman wisata yang bermakna.
Melalui Silentium Magnum, wisatawan diajak untuk tidak hanya menikmati destinasi, tetapi juga merasakan nilai spiritual serta kearifan lokal yang hidup di tengah masyarakat.
BPOLBF optimistis program ini akan semakin memperkuat posisi Labuan Bajo sebagai destinasi yang tidak hanya eksotis, tetapi juga reflektif, berbudaya, dan berkelanjutan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....